Sistem Klasifikasi Kingdom, Perkembangan Klasifikasi Ilmiah Makhluk Hidup 2 – 7 Kingdom

Perkembangan Sistem Klasifikasi Kingdom Penamaan Ilmiah Makhluk Hidup

Sistem Klasifikasi Kingdom, Perkembangan Klasifikasi Ilmiah Makhluk Hidup 2 – 7 Kingdom. Penjelasan sistem klasifikasi 2 kingdom, 3 kingdom, 4 kingdom, 5 kingdom, 6 kingdom dan 7 kingdom. Jika sebelumnya kita sudah membahas materi pelajaran mengenai sistem klasifikasi makhluk hidup secara umum. Maka kali ini kita akan membahas lebih detail mengenai klasifikasi makhluk hidup sesuai dengan kingdom. Untuk kalian yang belum membaca mengenai artikel sebelumnya, dapat langsung mengunjungi lewat link yang tersedia di halaman ini.

Perkembangan Klasifikasi Ilmiah Makhluk Hidup

Sekarang mari kita kembali ke pembahasan utama kita mengenai sistem klasifikasi kingdom. Pengadaan sistem klasifikasi makhluk hidup sebenarnya telah dikenal dan dilakukan sejak zaman dahulu. Bahkan Aristoteles, sorang ahli filsafat yang hidup pada 300 SM, telah melakukan aktivitas klasifikasi makhluk hidup versinya sendiri. Ia melakukannya dengan mengelompokkan tumbuhan dan hewan. Jika dilihat dari sejarahnya, pada waktu itu manusia belum mengenal yang namanya mikroorganisme, bakteri atau bahkan makhluk bersel satu. Semuanya serba terbatas, namun berkat para ilmuwan yang memiliki inisiatif dalam mencari tahu apapun di dunia ini, maka kita dapat menikmati hasilnya dengan menggunakan teori dan sistem temuan mereka yang sangat bermanfaat hingga saat ini.

Jika dilihat dari perkembangannya, sistem klasifikasi makhluk hidup dapat diurutkan menjadi berbagai kingdom mulai dari sistem klasifikasi makhluk hidup lama, sistem klasifikasi dua kingdom, sistem klasifikasi tiga kingdom, sistem klasifikasi empat kingdom, sistem klasifikasi lima kingdom, sistem klasifikasi enam kingdom, dan terakhir adalah sistem klasifikasi tujuh kingdom.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup Lama

Ilmuwan yang meneliti klasifikasi makhluk hidup pertama adalah C. Linnaeus. Namun sebelum sistem tersebut tercetuskan, sistem klasifikasi tradisional yang dilakukan oleh manusia hanya berdasar pada ciri-ciri fisik dari suatu makhluk hidup yang ditemui. Pada saat ini, Aristoteles adalah merupakan inisiator yang cukup berpengaruh dalam perkembangan ilmu pengklasifikasian makhluk hidup. Klasifikasi paling mendasar pada masa ini adalah pembeda antara tumbuhan dan hewan.

BACA JUGA: CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

Sistem Klasifikasi 2 Kingdom

Pada masa ini, C. Linneaus mulai berperan. Ia membuat sistem klasifikasi 2 kingdom. Ini juga merupakan awal mula perkembangan sistem taksonomi dari Linneaus. Pada masa ini, dikenalkan kepada publik mengenai dua kingdom. Yakni kingdom hewan atau Animalia dan kingdom tumbuhan atau Plantae. Sistem klasifikasi kingdom (kerajaan) ini diterapkan secara resmi pada tahun 1735. Seperti selayaknya temuan baru, pastinya masih ada kekurangan dalam sistem ini. Kekurangan pada sistem 2 kingdom mengakibatkan ada beberapa jenis makhluk hidup yang malah tidak bisa masuk dalam kedua golongan kingdom tersebut. Meskipun pada kemunculannya masih dianggap belum sempura, namun sistem klasifikasi 2 kingdom adalah cikal bakal ilmu pengetahuan untuk menuju sistem kingdom selanjutnya.

Sistem Klasifikasi 3 Kingdom

Sistem klasifikasi selanjutnya dipublikasikan oleh Ernst Heckel. Pada sistem klasifikasi kali ini, ada 3 kingdom. Ernest Heckel mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 3 kingdom dengan perincian:

  1. Kingdom Plantae atau kingdom tumbuhan
  2. Kingdom Animalia atau hewan
  3. Kingdom Protista atau organisme bersel satu dan organisme multiseluler

Protista dimasukkan menjadi salah satu kingdom karena pada masa itu makhluk hidup bersel satu baru saja ditemukan. Ada dua filum untuk membedakan makhluk hidup dengan kingdom protista, yaitu protozoa dan thallophyta. Protozoa adalah makhluk hidup bersel satu yang dapat bergerak. Sedangkan thallopyta ialah makhluk hidup bersel satu yang tidak memiliki gerak spesifik seperti alga dan bakteri.

Sayangnya, masih ada kekurangan pada sistem klasifikasi 3 kingdom ini. Bakteri yang dimasukkan dalam makhluk hidup ternyata masih belum dapat dimasukkan pada kingdom manapun. bersel satu atau multiseluler sederhana akhirnya diketahui bahwa telah memiliki kingdom tersendiri. Ini mengingat bahwa makhluk hidup tersebut memiliki ciri yang sebenarnya berbeda dengan hewan maupun tumbuhan.

Sistem Klasifikasi 4 Kingdom

Pada masa setelah klasifikasi 3 kingdom, dua ilmuwan yakni Copeland dan Whittaker mengemukakan bahwa klasifikasi 4 kingdom dapat digunakan. Walaupun keduanya mengklasifikasikan makhluk hidup sama-sama menjadi 4 kingdom, ternyata keduanya memiliki perbedaan.

Sistem Klasifikasi 4 Kingdom Versi Copeland

Copeland melakukan klasifikasi makhluk hidup dengan mengelompokkannya menjadi:

  1. Kingdom Monera, merupakan kumpulan organisme-organisme yang tidak mempunyai membran inti dan bersifat prokariotik.
  2. Kingdom Protostia, merupakan kumpulan organisme-organisme yang tidak mempunyai membran inti dan bersifat eukariotik.
  3. Kingdom Metaphyta, merupakan kumpulan tumbuhan yang mengalami masa pertumbuhan dari embrio.
  4. Kingdom Metazoa, merupakan hewan-hewan yang mengalami masa perkembangan embrio.

Sistem Klasifikasi 4 Kingdom Versi Whittaker

Berbeda dengan Copeland, Whittaker melakukan klasifikasi makhluk hidup menjadi

  1. Kingdom Animalia
  2. Kingdom Plantae
  3. Kingdom Fungi, keberadaannya memang memiliki ciri yang hampir sama dengan tumbuhan pada umumnya, namun ditemukan beberapa karakteristik yang berbeda.
  4. Kingdom Protista

Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Kindom dengan lima klasifikasi ini dianggap sebagai penyempurna dari sistem klasifikasi sebelumnya yang hanya berdasar pada klasifikasi 4 kingdom. Pada penerapannya, rupanya klasifikasi 5 kingdom ini juga belum mendekati kata sempurna dan masih memiliki kelemahan. Para peneliti menganggap bahwa klasifikasi lima kingdom belum mampu mengklasifikasikan kingdom monera secara tepat sebagai kingdom tambahannya. Sistem klasifikasi lima kingdom tersebut meliputi:

  1. Kingdom Prokarya
  2. Kingdom Animalia
  3. Kingdom Plantae
  4. Kingdom Fungi
  5. Kingdom Protoctista

Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Lain halnya dengan klasifikasi sebelum-sebelumnya, sistem klasifikasi 6 kingdom ditemukan oleh Carl Woese. Merupakan ilmuwan asal Amerika. Klasifikasi 6 kingdom ditemukan pertama kali pada tahun 1977. Kingdom yang diklasifikasikan oleh Carl Woese adalah:

  1. Kingdom Animalia
  2. Kingdom Plantae
  3. Kingdom Protista
  4. Kingdom Mycota
  5. Kingdom Eubacteria
  6. Kingdom Archaebacteria. Berdasarkan penelitian, kingdom ini lebih menyerupai sel eukariotik dan berbeda dengan eubacteria.

Klasifikasi 6 kingdom muncul karena adanya penemuan monera archaebacteria di samudera. Rupanya, monera archaebacteria memiliki perbedaan dengan kingdom monera lainnya yang diketahui merupakan eubacteria. Hingga saat ini, masih banyak ilmuwan yang pro dan kontra dengan klasifikasi kingdom monera. Ini dikarenakan para ilmuwan menganggap bahwa kingdom monera sendiri sudah mencakup eubacteria dan archaebacteria sekaligus. Sebagian yang pro dengan sistem klasifikasi ini berdasar pada alasan bahwa dengan adanya kingdom monera, maka klasifikasi akan menjadi lebih spesifik.

BACA JUGA: SISTEM GERAK TUMBUHAN

Sistem Klasifikasi 7 Kingdom

Pada awal kemunculannya, sistem klasifikasi 7 kingdom dikembangkan oleh Cavalier-Smith. Ilmuwan ini mempublikasikan penemuan ini pada tahun 1998. Adapun tujuh kingdom yang dimaksud adalah:

  1. Kingdom Animalia
  2. Kingdom Plantae
  3. Kingdom Protista
  4. Kingdom Chromista
  5. Kingdom Eumycota
  6. Kingdom Eubacteria
  7. Kingdom Archaebacteria

Pada klasifikasi ini masih menerapkan klasifikasi lama dan menambah klasifikasi baru juga. Kingdom Chromista adalah kingdom yang baru pada klasifikasi ini. Kingdom Chromista memiliki anggota makhluk hidup yang berasal dari kingdom fungi dan protista yaitu Oomycota, Hyphochytriomycota, Bacillariophyta, Xanthophyta, Silicoflagellates, Chrysophyta, dan Phaeophyta.

Beberapa jenis organisme yang hampir mirip tersebut memiliki perbedaan yang spesifik dengan kingdom asalnya. Organisme pada klasifikasi chromista juga tidak menyimpan makanan sebagai kanji, dan menyimpannya dalam bentuk minyak. Organisme-organisme ini juga mampu menghasilkan sel dengan dua flagella yang tak sama dan berlainan. Klasifikasi kingdom ini dianggap lebih sempurna daripada klasifikasi kingdom sebelumnya, karena mampu mengklasifikasikan berbagai kingdom menjadi lebih spesifik dibandingkan klasifikasi kingdom lainnya. Dasar klasifikasi 7 kingdom ini adalah pada dua kelas utama makhluk hidup. Yaitu eukariotik dan prokariotik.

Organisme eukariotik sendiri juga terbagi menjadi 5 kingdom yaitu:

  1. Animalia
  2. Plantae
  3. Protozoa (protista)
  4. Eumycota
  5. Chromista

Sedangkan organisme prokariotik terbagi menjadi 2 kingdom yaitu:

  1. Eubacteria
  2. Archaebacteria