Surat Pribadi: Pengertian, Jenis, Ciri-ciri, Struktur, Contoh dan Cara Membuatnya

Pengertian Surat Pribadi Jenis Ciri Struktur Contoh Cara Membuatnya

Surat Pribadi: Pengertian, Jenis, Ciri-ciri, Struktur Contoh dan Cara Membuatnya. Apa itu surat pribadi, macam ragam, bagian-bagian, dan cara mudah membuatnya? Dalam menyambung tali komunikasi dan silaturahmi kita pada saat ini dapat melakukan banyak hal dan menggunakan berbagai media. Salah satu media pengiriman pesan adalah dengan media surat. Jika pembahasan di artikel sebelumnya adalah materi mengenai surat resmi, kali ini kita akan membahas surat pribadi. Walaupun di tengah zaman yang semakin modern, rupanya masih ada yang mengirimkan surat lho. Media komunikasi surat dipilih dengan berbagai macam alasan. Karena untuk situasi-situasi tertentu, orang yang dikirimi surat akan merasa dihargai dan bisa menjadi alternatif penyambung komunikasi di lokasi-lokasi yang tidak dapat mengakses jaringan internet maupun sinyal operator.

Pengertian Surat Pribadi

Surat pribadi adalah salah satu jenis surat yang di dalamnya berisi tentang keperluan dan informasi pribadi. Surat pribadi umumnya ditulis secara individual dan pribadi yang ditujukan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sehari-hari dan tidak baku. Penulisan surat pribadi secara garis besar sebenarnya tidak memiliki aturan yang mengikat. Surat pribadi dapat ditulis sesuai dengan selera masing-masing penulis. Namun, tetap saja dalam membuatnya diperlukan etika dan penggunaan bahasa atau kata yang sopan. Penulisan surat pribadi juga harus memperhatikan sesuai latar belakang dan kepada siapa surat itu ditujukan.

Jenis-Jenis Surat Pribadi

Ada dua jenis surat pribadi jika kita meniliknya berdasarkan isi dan sifatnya. Kedua jenis surat pribadi tersebut adalah:

Surat Pribadi Bersifat Kekeluargaan

Surat Pribadi Bersifat Kekeluargaan adalah surat pribadi yang di dalamnya berisi hal-hal kekeluargaan contohnya adalah surat antar kerabat, surat kepada sahabat, dan surat kepada orang tua.

Surat Pribadi Bersifat Setengah Resmi

Surat Pribadi Bersifat Setengah Resmi memiliki isi yang berhubungan dengan kedinasan, misalkan surat lamaran pekerjaan, surat izin kerja maupun sekolah, dan surat lainnya.

BACA JUGA: PENGERTIAN TEKS EKSPOSISI, CIRI-CIRI, JENIS, TUJUAN, STRUKTUR DAN PENGGUNAAN

Ciri-ciri Surat Pribadi

Sebuah surat dapat dinyatakan menjadi surat pribadi jika memiliki ciri-ciri seperti berikut:

Tidak ada kop surat

Pada bagian surat resmi, kop surat menjadi media yang wajib dicantumkan karena dengan adanya bagian kop surat, maka sumber pengirim surat tersebut sudah jelas. Biasanya digunakan pada bagian surat yang memberitahukan sesuatu secara resmi. Pada surat pribadi, bagian ini tidak usah ditulis pada surat pribadi karena sifatnya yang perorangan.

Tidak ada nomor surat

Ini juga merupakan salah satu bagian yang umumnya ada pada surat resmi. Namun untuk surat pribadi tidak usah mencantumkan nomor surat karena pengirimnya adalah perorangan.

Salam pembuka dan penutup santai dan bebas sesuai keinginan penulis

Pada bagian ini salam yang digunakan sesuka hati dipilih oleh penulisnya. Dapat menggunakan sapaan akrab atau bisa juga rahasia, karena sifat pesan pribadi adalah hanya ditujukan pada orang-orang tertentu juga.

Bahasa yang digunakan tidak baku dan bebas

Karena umumnya penerima surat pribadi adalah pihak yang dikenal, maka bahasa yang digunakan juga tidak masalah jika menggunakan kalimat-kalimat akrab dan bebas. Namun jika pada surat pribadi semi resmi, hendaknya penulis tetap memperhatikan sopan santun dalam berkalimat. Ini dapat mencerminkan pribadi penulis itu sendiri kepada penerima surat.

Format surat bebas sesuai keinginan penulis

Ingin menambahkan pernak-pernik yang menarik untuk surat yang akan dikirimkan kepada orang yang dikenal? Sangat diperbolehkan dalam surat pribadi. Karena sifatnya yang pribadi, kita dapat dengan bebas menambahkan dan membuat format surat versi kita sendiri untuk dikirimkan. Namun tetap perhatikan jika untuk surat pribadi semi resmi, hendaknya melihat situasi dan kondisi untuk tambahan dan format yang ingin digunakan.

Tata Cara Menulis Surat Pribadi

Agar surat pribadi dapat dibuat, maka dalam kegiatan penulisannya terdapat tata caranya. Sebelum menulis surat pribadi, hendaknya menggunakan pedoman sebagai berikut:

  • Tidak perlu menggunakan kop surat
  • Tidak perlu menggunakan nomor surat
  • Penulisan tanggal surat memakai nama tempat
  • Menggunakan salam penutup bebas
  • Tidak usah menambahkan tembusan
  • Surat pribadi dapat ditulis juga pada kartu pos

Bagian-bagian dalam Surat Pribadi

Berikut ini adalah bagian-bagian yang biasanya terdapat dalam sebuah surat pribadi.

Alamat dan tempat tanggal pembuatan surat pribadi

Pada bagian ini, akan dituliskan mengenai posisi penulis surat dan waktu ditulisnya surat. Contoh:

Sragen, 23 Desember 2019

Ada juga nama penerima dan alamat lengkap penerima. Contoh:

Dewi Sri
Jl. Tembalang Raya No. 27
Semarang, Jawa Tengah

Salam Pembuka Surat

Salam pembuka dalam surat pribadi merupakan awalan sapaan penulis surat kepada orang yang dikirimi. Kita dapat menggunakan kalimat umum seperti:

  • Salam Sejahtera
  • Assalamualaikum
  • Salam Manis
  • Hai Kawan
  • Salam Hangat
  • Dan masih banyak lainnya

Paragraf Pembuka

Pada bagian ini, penulis dapat memulai percakapan dengan pertanyaan mengenai kabar, kondisi, kesehatan bahkan diperbolehkan sekedar berbasa-basi. Contoh:

Hai Faizan, bagaimana kabarmu sekarang? Aku dengar kamu baru saja sakit. Aku harap kamu sudah sembuh dan baik-baik saja. Karena kabarku disini juga sehat dan baik-baik saja.

Paragraf Isi

Pada bagian paragraf ini kita bisa mulai menuliskan apa saja yang ingin disampaikan. Namun tetap usahakan untuk mudah dipahami. Ini dilakukan dengan tujuan supaya surat kita dapat dibaca dengan baik juga. Contoh:

Selamat ya, sobat!

Aku baru mendengar kabar bahwa kamu baru saja membeli rumah baru di Jawa Timur. Rencananya aku ingin berkunjung ke sana bulan depan. Apakah boleh? Pasti boleh dong, kan kita sohib abadi. Santai saja, ku bawakan oleh-oleh khas dari kampung halaman kita dulu deh. Nggak usah khawatir, aku bakalan bawa banyak kok. Kan kamu suka makan. Hehehe.

Paragraf Penutup

Pada paragraf ini pesan yang disampaikan berisi penutup yang mengakhiri surat. Umumnya akan berisi permohonan maaf, harapan dan juga permintaan lainnya. Contoh:

Zafira, sampai disini dulu ya surat dariku. Jangan lupa dibalas karena aku harus memastikan bahwa kamu ada dirumah pada saat aku ke sana. Aku tunggu ya balasannya!

Kalimat Penutup

Seletah kita menuliskan paragraf penutup, alangkah baiknya menambahkan kalimat penutup yang dapat berisi salam maupun nama penulis. Contoh

Salam Kangen,
Sahabat Karibmu (Faizan Hanif)

Contoh Surat Pribadi

Setelah kita mengetahui jenis, ciri-ciri dan bagian-bagian surat pribadi, saatnya kita melihat contoh surat pribadi untuk teman dan surat pribadi untuk keluarga.

Surat Pribadi Kepada Teman

Denpasar, 29 Oktober 2019

Untuk Teman Seperjuanganku, Nafisah Haflani

Jl. Pangeran Diponegoro No. 46

Sragen, Jawa Tengah

Hai Teman Seperjuanganku,

Gimana nih kabarnya sekarang? Aku dengar dari teman-teman SMP kita dulu, katanya kamu baru saja diterima di universitas impianmu ya? Selamat ya!

Alhamdulillaah, aku juga diterima di universitas yang sama, lho! Sejak lulus SMP kita sudah jarang bertemu nih, pasti bakalan seru jika kita ketemu lagi di universitas yang sama. Kamu rencananya akan berangkat ke sana kapan, Nai? Aku bisa bareng kan?

Pasti bakalan seru nih kalau kita juga nyari kos-kosan bareng. Aku tunggu balasan suratmu ya sohibku!

Salam Hangat,
Nailah Azka

Surat Pribadi Kepada Keluarga

Ngawi, 30 November 2019

Untuk Budhe Yani,

Di Salatiga

Assalamualaikum,

Budhe apa kabarnya sekarang? Semuanya baik-baik saja kan di Salatiga? Hanif dan keluarga di Ngawi sehat dan baik-baik saja.

Saya sudah rindu dengan Budhe dan keluarga di Salatiga. Rasanya ingin sekali segera bertemu.

Saya pada liburan akhir tahun ini rencananya akan ke rumah Budhe. Pasti akan saya bawakan banyak sekali oleh-oleh yang istimewa. Tunggu saya ya.

Sampai jumpa Budhe.

Wassalamualaikum.

Salam Rindu,
Keponakan Kesayanganmu (Hanif)

Jangan lupa simak juga materi Bahasa Indonesia menarik lainnya, seperti: pengertian cerita fiksi, ciri-ciri, jenis dan unsur yang terdapat dalam cerita fiksi dan juga pengertian frasa, ciri-ciri, jenis, kategori dan kelas frasa.

Tagged as: