Pengertian Sistem Sekresi pada Manusia, Organ yang Berperan & Cara Kerjanya

Pengertian Sistem Sekresi pada Manusia, Organ yang Berperan & Cara Kerjanya

Di dalam tubuh makhluk hidup termasuk manusia terdapat banyak sistem yang bekerja untuk mempertahankan kehidupan. Diantara banyak sistem yang bekerja ada sistem organ yang bekerja melibatkan banyak organ. Salah satu contoh sistem organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia adalah sistem pencernaan.

Selain sistem organ adapula sistem yang bekerja di dalam sel. Sistem ini tidak kalah penting dengan sistem organ, karena sistem ini sifatnya akan mendukung sistem yang lain. Salah satu sistem intraseluler dalam tubuh manusia yang sangat penting adalah sistem sekresi.

Berkebalikan dengan ekskresi yang merupakan sistem pembuangan. Sistem sekresi adalah suatu sistem yang menghasilkan produk. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai sistem sekresi pada manusia.

Pengertian Sistem Sekresi

Sistem sekresi adalah proses pengeluaran zat yang berguna untuk tubuh oleh kelenjar, zat yang biasa dihasilkan adalah enzim dan hormon.

Sistem sekresi ini sebenarnya terjadi di dalam sel atau intra seluler. Kemudian dipindahkan berupa molekul ke luar sel. Sebagian besar zat yang dihasilkan selama proses sekresi adalah berupa enzim dan juga hormon. Namun ada pula beberapa organ yang menghasilkan zat non-protein seperti steroid.

Fungsi Sistem Sekresi

Fungsi sistem sekresi ini dalam tubuh manusia antara lain:

  1. Menghasilkan enzim dan hormon.
  2. Mengatur proses biokimia dalam tubuh.
  3. Di dalam sel proses sekresi ini berguna untuk menjaga kelembaban dan pelumasan bagian dalam sel.

Cara Kerja & Organ yang Berperan pada Sistem Sekresi

Setelah membahas mengenai pengertian dan juga fungsi dari sistem ekskresi, selanjutnya akan kita bahas mengenai organ yang berperan dan juga bagaimana cara kerjanya

1. Organ yang Terlibat dalam Sekresi

Sekresi enzim dan hormon dalam tubuh manusia dilakukan oleh kelenjar. Di dalam tubuh manusia kelenjar dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:

1.1. Kelenjar Eksokrin

Kelenjar eksokrin adalah kelenjar yang memiliki saluran langsung untuk menuju organ target. Yang termasuk dalam kelenjar eksokrin ini adalah kelenjar-kelenjar yang menghasilkan enzim, namun beberapa kelenjar eksokrin adapula yang menghasilkan zat kimia lain seperti kelenjar susu.

Salah satu contoh kelenjar eksokrin adalah kelenjar usus yang menghasilkan enzim pencernaan, enzim akan dialirkan melalui suatu saluran ke lambung dan bagian organ pencernaan yang lain.

1.2. Kelenjar Endokrin

Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang tidak memiliki saluran langsung menuju organ target, zat yang dihasilkan disebut dengan hormon. Bagi kelenjar endokrin hasil sekresi akan dialirkan ke peredaran darah melalui pembuluh darah.

Salah satu contoh kelenjar endokrin adalah kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal menghasilkan hormon adrenalin yang berfungsi meningkatkan kadar gula dalam darah.

2. Cara Kerja Sistem Sekresi

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, sistem sekresi terjadi secara intraseluler. Adapun sekresi yang tidak terjadi didalam sel adalah sekresi keringat dan juga mata. Di dalam sel, enzim dan juga hormon sisintesa atau dibuat oleh retikulum endoplasma (RE). Dari RE zat ini sitransportasikan menuju badan Golgi dalam bentuk bola yang terbentuk dari dua lapisan lipid.

dan kemudian mengalami modifikasi serta disimpan pada vesikel sekretoris sebelum dikeluarkan. Didalam vesikel sekretoris enzim dan hormon yang berupa protein ini dijaga dengan cara diberi lapisan pelindung untuk menjaga protein tetap terpisah dari kondisi kimia di dalam sitosol. Hal ini dilakukan agar struktur protein hormon dan enzim tidak berubah.

Pelajari Juga: Sistem Gerak pada Manusia

Vesikel sekretoris mengangkut muatan berupa enzim dan hormon ini melalui sitoskeleton menuju membran sel, bagian membarn sel yang bertugas untuk sekresi hormon ini disebut dengan poromosom, yaitu pori-pori yang bergabung berbentuk kerucut seperti lubang kecil. Namun ada pula beberapa jenis zat yang diskresikan tidak dibungkus oleh vesikel sekretoris. Zat ini berupa protein yang keluar dari membran langsung melalui proses eksositosis.

Zat hasil sekresi akan dikeluarkan melalui membran sel dan seperti yang sudah diketahui setelah keluar dari membran sel kelenjar zat ini akan menuju saluran pengeluaran untuk kelenjar eksokrin dan menuju pembuluh darah untuk kelenjar endokrin.

Lalu, bagaimana cara kelenjar mengeluarkan enzim atau hormon ini? Apakah keluar secara berkala atau berdasarkan rangsangan? Nah, sobat mekanisme sekresi ini diatur di dalam otak. Untuk enzim, proses sekresinya diatur oleh syaraf enterik yang merespon ketika ada substrat yang akan dikatalis. Untuk lebih jelasnya mengenai cara kerja enzim, sobat dapat langsung menuju artikel yang membahas tentang enzim.

Sedangkan untuk hormon bekerja sebaliknya, hormon dihasilkan secara terus menerus dan masuk kedalam peredaran darah. Kemudan hormon akan berkomunikasi dengan organ yang sesuai dan bekerja ketika dibutuhkan. Di dalam pembulh darah setidaknya terdapat 50 hormon yang berbeda.

Demikianlah cara kerja sistem sekresi yang merupakan proses awal pembentukan zat yang sangat penting dalam proses metabolisme tubuh.

Tagged as: