Pengertian Hidrokarbon, Rumus, Tata Nama, Contoh dan Kegunaan

Pengertian Hidrokarbon Rumus Tata Nama Alkana Alkena Alkuna Contoh Kegunaan

Pengertian Hidrokarbon, Rumus, Tata Nama, Contoh dan Kegunaan. Penjelasan definisi senyawa hidrokarbon, rumus alkana, alkena, alkuna, tata nama, deret homolog, struktur, rumus molekul, contoh dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika pada materi sebelumnya telah kita bahas bersama mengenai pengertian konfigurasi elektron, sejarah, elektron valensi dan sistem periodik unsur, maka kali ini kita akan mempelajari tentang senyawa hidrokarbon lengkap dengan aturan tata nama, rumus dan pemanfaatannya.

Dari berbagai unsur-unsur kimia yang kita kenal pada umumnya, ada salah satunya yang memiliki cakupan luas. Itu adalah karbon, yaitu unsur yang memiliki nomor atom 6 sehingga jumlah elektronnya juga 6. Dan memiliki konfigurasi 6C = 2, 4.

Kekhasan dari atom karbon adalah kemampuannya untuk dapat berikatan dengan atom karbon yang lain untuk membentuk rantai karbon. Bentuk rantai karbon yang paling sederhana dan umum diketahui adalah Hidrokarbon.

Pengertian Hidrokarbon

Hidrokarbon sendiri dapat kita artikan sebagai sebuah senyawa yang terdiri pada unsur atom karbon (C) dan juga atom hidrogen (H). Di mana keseluruhan hidrokarbon ini memiliki sebuah rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang saling berkaitan pada rantai tersebut. Istilahnya juga dipakai sesuai dengan pengertian yang ada pada hidrokarbon alifatik.

Contoh senyawa hidrokarbon misalnya adalah metana atau gas rawa yang merupakan hidrokarbon dengan jumlah satu atom karbon dan memiliki empat atom hidrogen yaitu CH4. Kemudian ada etana yang merupakan salah satu hidrokarbon yang lebih terperinci dari pada sebuah metana, dimana ia terdiri dari dua atom karbon yang bersatu pada sebuah ikatan tunggal, masing-masing berikatan pada tiga atom karbon C2H6. Lalu ada juga propana (C3H8) yang mempunyai tiga atom C, dan selanjutnya adalah jenis alkana lainnya secara umum yang akan kita bahas pula pada materi kali ini.

BACA JUGA: PENGERTIAN ATOM, ION, PEMBENTUKAN DAN MACAM ION

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

Tata nama senyawa hidrokarbon menggunakan kaidah atau aturan penamaan IUPAC. Tata nama IUPAC adalah sistem penamaan senyawa kimia dan penjelasan ilmu kimia secara umum. Tata nama ini dikembangkan dan dimutakhirkan di bawah pengawasan International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC).

Tata Nama Alkana

Alkana adalah salah satu senyawa hidrokarbon alifatik jenuh yang memiliki rumus umum CnH2n+2. Alkana juga selalu membentuk diri sebagai deret homolog, yang merupakan kelompok senyawa dengan rumus umum sama dan juga memiliki sifat yang sama.

Aturan IUPAC yang digunakan dalam penamaan alkana harus berpegang teguh dengan kaidah berikut di bawah ini:

  • Nama alkana harus didasarkan pada rantai C terpanjang sebagai rantai utama. Dan jika ada dua atau lebih rantai yang terpanjang, maka dipilih yang jumlah cabangnya terbanyak
  • Cabang merupakan rantai C yang terikat pada rantai utama dan di depan nama alkana nya ditulis nomor dan nama cabang.
  • Nama cabang juga tetap disesuaikan dengan nama alkana hanya dengan mengganti akhiran ana dengan akhiran il (alkil).
  • Jika setelah itu ternyata ditemukan beberapa cabang yang sama, maka nama cabang yang jumlah C nya sama akan disebutkan sekali namun harus tetap dilengkapi dengan awalan yang menyatakan jumlah seluruh cabang tersebut.
  • Nomor atom C dimana tempat cabang terikat harus dituliskan sesuai jumlah sebanyak cabang yang ada (jumlah nomor yang dituliskan = awalan yang digunakan), yaitu di = 2, tri = 3, tetra =4, penta = 5 dan juga seterusnya.
  • Untuk cabang yang jumlah C nya memiliki perbedaan, maka harus diurutkan sesuai dengan urutan abjad (etil lebih dulu dari metil).
  • Nomor cabang yang dihitung dari ujung rantai utama terdekat dengan cabang.
  • Apabila ada cabang yang letaknya berdekatan dengan yang kedua maka sama.

Tabel Deret Homolog Alkana

Tabel Deret Homolog Alkana Rumus Molekul Struktur Nama Kimia

Tata Nama Alkena

Alkena adalah merupakan suatu senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap dua. Dimana rumus umum pada alkena yaitu CnH2n.

Aturan IUPAC yang ada pada penamaan alkena hampir memiliki persamaan dengan alkana, tetapi dengan tetap berpegang pada beberapa modifikasi kaidah tata nama yang ada dibawah ini:

  • Dimana rantai utama harus mengandung ikatan rangkap dan dipilih yang terpanjang.
  • Nama rantai utama juga harus mirip dengan alkana dengan mengganti akhiran -ana dengan -ena.
  • Ini akan membuat pemilihan rantai atom C terpanjang dimulai dari C rangkap ke sebelah kanan dan kirinya dan kemudian dipilih sebelah kanan dan kiri yang terpanjang.
  • Nomor posisi dari ikatan rangkap ditulis di depan nama rantai utama dan juga dihitung dari ujung sampai letak ikatan rangkap yang nomor urut C nya terkecil.
  • Urutan nomor posisi dari rantai cabang sama seperti urutan penomoran ikatan cabang pada rantai utama.

Tabel Deret Homolog Alkena

Tabel Deret Homolog Alkena Rumus Molekul Struktur Nama Kimia

Tata Nama Alkuna

Alkuna adalah merupakan salah satu senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap tiga. Rumus umum yang ada pada alkuna yaitu adalah CnH2n−2.

Dimana pada aturan IUPAC pada penamaan alkuna hampir memiliki persamaan dengan alkena. Hanya aja pada penamaan alkuna, nama rantai utama yang berikan pada alkena dengan jumlah C, pada akhir kata -ena nya diubah menjadi -una.

Tabel Deret Homolog Alkuna

Tabel Deret Homolog Alkuna Rumus Molekul Struktur Nama Kimia

Kegunaan Senyawa Hidrokarbon

Secara spesifik, kegunaan dari hidrokarbon alifatik, antara lain:

Manfaat Alkana

Kegunaan alkana adalah sebagai sebuah bahan bakar yang umumnya berada pada metana. Metana sendiri adalah sebuah komponen utama LNG (Liquefied Natural Gas). Sedangkan propana atau butana yaitu sebuah komponen utama LPG (Liqufied Petroleum Gas). Alkana digunakan sebagai pelarut organik non-polar, misalnya pada pentana, heksana, dan heptana. Manfaat alkana sebagai bahan baku pada industri petrokimia adalah pada saat pembuatan alkena, umumnya akan memiliki reaksi cracking dan pembuatan haloalkana.

Manfaat Alkena

Pemanfaatan alkena adalah sebagai salah satu bahan baku pada industri petrokimia. Pada pembuatannya membutuhkan haloalkana, aldehid, keton, alkohol, dan polimer. Etena sendiri adalah merupakan sebuah hormon tumbuhan yang juga dapat digunakan untuk mempercepat kematangan pada buah. Lalu, etena juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pada plastik polietilena.

Sedangkan propena adalah bahan baku dalam pembuatan plastik polipropilena. Lalu ada pula butadiena yang merupakan bahan baku pembuatan pada karet sintetis polibutadiena. Sedangkan Isoprena adalah sebuah bahan baku yang dapat digunakan dalam pembuatan karet poliisoprena.

Manfaat Alkuna

Alkuna memiliki senyawa utama yang bernama etuna atau asetilena. Asetilena sendiri dapat dipakai sebagai bahan bakar pada pemotongan logam dan juga pada penyambungan logam menggunakan las karbit atau oxyacetylene welding. Pembakaran pada asetilena diharuskan untuk menggunakan oksigen panas dengan suhu mencapai 3000°C.

BACA JUGA: PENGERTIAN SIFAT KIMIA DAN FISIKA, PERBEDAAN, CIRI-CIRI & PEMANFAATAN

Contoh Senyawa Hidrokarbon

Berikut ini adalah contoh senyawa hidrogen yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Gas Alam dan Bahan Bakar

Disekitar kita sudah sangat sering ditemui sumber bahan bakar yang telah digunakan, yaitu adalah hidrokarbon. Contoh dari hidrokarbon misalnya seperti metana, butana, propana, dan heksana yang di dalamnya memang memiliki hidrokarbon. Umumnya, jika dituliskan pada rumus kimia, mereka terdiri dari karbon dan hidrogen atom, pada beberapa rasio dan konfigurasi kimia.

Plastik

Banyak juga plastik yang telah digunakan dan bermanfaat pada kehidupan sehari-hari yang pada industri pembuatanya memiliki urutan panjang, dan terbentuk dengan petrokimia. Petrokimia ini hanya memilih hidrokarbon yang memiliki komposisi kimia yang berbeda.

Parafin

Parafin atau lilin juga telah digunakan oleh berbagai industri, pada saat ini penggunaannya mulai dari pengawetan makanan, benda-benda kimia ataupun keperluan medis. Yang kemudian juga mengandung hidrokarbon.

Isopropyl Alkohol

Isopropyl alkohol adalah salah satu senyawa memiliki kandungan hidrokarbon, dan dirinya terikat oleh atom karbon secara berkala. Pada hidrokarbon awal yaitu CH3, aktifitas obligasi pada atom lain akan membentuk (CH3) 2CHOH.

Asphalt

Ini adalah zat umum yang digunakan oleh kebanyakan orang yang sebenarnya adalah hidrokarbon yang sebelumnya telah dipanaskan untuk membentuk tar substansi. Kemudian hasilnya akan dicampur dengan bahan utama industri lainnya pada saat akan membentuk campuran permukaan jalan yang umumnya kita sebut sebagai aspal.

Demikianlah penjelasan materi hidrokarbon yang meliputi pengertian, rumus, tata nama, contoh, manfaat dan kegunaan alkana, alkena dan alkuna. Mungin kalian juga ingin mendalami pembelajaran lainnya seperti metode pemisahan campuran dan contohnya; serta tabel periodik, simbol dan metode pengelompokan unsur kimia.