Jenis Kelas Kata, Ciri-ciri dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Jenis Kelas Kata Ciri Contoh Penggunaan Penerapan

Jenis Kelas Kata, Ciri-ciri dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia. Memahami macam ragam kata, ciri-ciri kata dan contoh penerapannya. Kata bisa dibilang adalah unsur utama dalam terbentuknya sebuah kalimat. Selain muncul sesuai bentuk dasarnya, kata juga dapat terbentuk melalui proses yang di antaranya adalah afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (perulangan), dan komposisi (penggabungan). Pembentukan ini bertujuan untuk dapat lebih menyampaikan maksud secara jelas yang pada dasarnya telah terkandung di dalam sebuah kalimat.

Jenis Kelas Kata

Kedudukan dalam kalimat, kata memiliki jabatan seperti subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Dalam fungsi posisinya di dalam sebuah kalimat, kata memiliki kategori kelas-kelas tertentu yang disebut sebagai kelas kata. Dimana kelas kata tersebut terbagi menjadi:

  • Kata kerja (verba)
  • Kata sifat (adjektiva)
  • Kata keterangan (adverbia)
  • Kata benda (nomina)
  • Kata ganti (pronomina)
  • Kata bilangan (numeralia)
  • Kata tugas

Kata Kerja (Verba)

Kata kerja (verba) adalah kata yang di dalamnya terkandung pernyataan mengenai perbuatanan, tindakan, proses, dan keadaan. Semua hal ini bukanlah kata sifat. Pada umumnya, kata jenis ini memiliki fungsi sebagai predikat dalam sebuah susunan kalimat.

BACA JUGA: Jenis Makna Kata (Semantik) dalam Bahasa Indonesia

Ciri-ciri Kata Kerja

1. Dapat diberi unsur tambahan waktu.

Contoh: akan makan, sedang mandi, telah berangkat

2. Dapat diingkari

Contoh: tidak makan, tidak tidur.

3. Dapat diikuti dengan gabungan kata dengan

Contoh: Pergi dengan ayah, memasak dengan profesional.

Macam-macam Kata Kerja (Verba)

1. Verba dasar bebas

Contoh: duduk, makan, mandi.

2. Verba turunan

Kata kerja verba turunan ini terdiri atas:

A. Verba berafiks. Contohnya ajari, bernyanyi, bertaburan.

B. Verba bereduplikasi. Contohnya makan-makan, marah-marah.

3. Verba berproses gabung

Contoh: tersenyum-senyum, menari-nari.

4. Verba majemuk

Contoh: turun tangan, campur tangan, mata air.

5. Verba transitif

Kata kerja verba transitif adalah kata kerja yang membutuhkan objek dalam penerapannya.

6. Verba intransitif

Kata kerja verba intransitif adalah kata kerja yang tak memerlukan objek dalam penerapannya.

Kata Sifat (Adjektiva)

Kata sifat (adjektiva) adalah kata yang menerangkan sifat. Dapat berupa keadaan dan tabiat orang ataupun watak karakter tertentu. Umumnya penggunaan kata sifat berfungsi sebagai predikat, objek dan kata untuk penjelas subjek.

Ciri-ciri Kata Sifat

1. Dapat ditambahkan dengan keterangan pembanding

Contoh: lebih cantik, kurang indah, paling pintar.

2. Dapat diberi tambahan keterangan penguat

Contoh: sangat marah, amat keras, sedikit sekali.

3. Dapat diingkari dengan tambahan kata tidak

Contoh: tidak baik, tidak bagus, tidak sehat, dan lain sebagainya.

Macam-macam Kata Sifat

Kata sifat terdiri dari:

  1. Adjektiva dasar
  2. Adjektiva turunan

Kata Keterangan (Adverbia)

Kata keterangan bisa menggunakan dasar yang bebas maupun turunan. Untuk kata keterangan bebas, bisa menambahkan kata seperti: betapa, alangkah, amat, nian, niscaya, dan lain sebagainya. Sedangkan kata keterangan turunan dapat menggunakan: lagi-lagi, belum pernah, terlampau, secepat-cepatnya, dan lain sebagainya.

Kata Benda (Nomina)

Kata benda (nomina) ini adalah kata yang dalam penggunaannya mengacu kepada sebuah benda. Baik itu konkret maupun abstrak. Kata benda memiliki fungsi sebagai subjek, objek, pelengkap, dan juga keterangan.

Ciri-ciri Kata Benda

1. Dapat diingkari

Pengingkaran menggunakan kata bukan. Contoh: bukan saya, bukan mimpi, bukan ibu, dan lain sebagainya.

2. Dapat ditambah dengan gabungan kata yang

Contoh: buku yang keren, ilmu pengetahuan yang sangat penting, orang yang tulus.

Macam-macam kata benda

  1. Kata Benda Bernyawa: Teguh, Adik, Kucing, Ibu, dan benda bernyawa lainnya.
  2. Kata Benda Tak Bernyawa: nama lembaga, hari, waktu, daerah, bahasa, dan benda mati lainnya.
  3. Kata Benda Terbilang: rumah, siswa, buku, dan benda yang dapat terbilang lainnya.
  4. Kata Benda Tak Terbilang: udara, kemanusiaan dan benda yang tak terbilang lainnya.
  5. Kata Benda Kolektif: asinan, buah-buahan.
  6. Kata Benda Ukuran: genggam, batang, liter, inci.

Kata Ganti (Pronomina)

Kata jenis ini merupakan kata ganti. Dapat disebut sebagai pronomina. Merupakan jenis kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lainnnya. Pronomina digunakan sebagai pengganti kata benda atau yang disebut juga nomina. Dalam bahasa indonesia, ada tiga macam kata ganti, yaitu:

  1. Kata ganti persona
  2. Kata ganti penunjuk
  3. Kata ganti penanya

Kata Bilangan (Numeralia)

Kata bilangan (numeralia) adalah kata yang digunakan dalam menghitung banyaknya benda. Baik itu benda bernyawa maupun benda mati. Ada tiga jenis numeralia yaitu:

1. Numeralia utama (kardinal)

  • Bilangan penuh: satu, dua, puluh, ratus, ribu, juta dan bilangan lainnya.
  • Bilangan pecahan: sepertiga, seperempat, duapertiga, dan bilangan pecahan lainnya.
  • Bilangan gugus: lusin, gros, kodi, dan bilangan gugus lainnya.

2. Numeralia tingkat

Numeralia tingkat adalah kata bilangan yang menunjukkan urutan atau struktur.

Contoh: kesatu, kedua, pertama, dan lain sebagainya.

3. Numeralia kolektif

Numeralia kolektif adalah kata bilangan yang terbentuk oleh afiksasi.

Contoh: ketiga, ratusan, dan bilangan dengan berbagai imbuhan.

Kata Tugas

Partikel atau kata tugas adalah jenis kata yang hanya memiliki makna gramatikal dan tidak memiliki makna leksikal. Dengan kata lain, makna dari kata tugas akan menjadi jelas ketika dihubungkan dengan kata lain dalam sebuah kalimat.

Kata Depan (Preposisi)

Preposisi berasal dari kata bahasa latin yaitu kata Prae yang memiliki arti sebelum dan juga kata ponere yang memiliki arti menempatkan atau tempat. Kata depan merupakan kata yang menyusun kata atau kalimat yang diikuti oleh nominal atau pronominal. Pada penggunaannya, umumnya kata depan digunakan untuk mengantar sebuah objek sebagai penyerta kalimat dan tidak bertugas untuk mengantarkan subjek yang ada pada sebuah kalimat.

Contoh kata depan yang sering didapati dan dikenal adalah: di, ke dan dari. Kata depan berupa kumpulan huruf yang singkat seperti: di, ke dan dari, memiliki posisi penulisan yang terpisah dari kata lain yang mengikutinya, kecuali dalam gabungan sebuah kata yang sedari awal memang sudah dianggap satu kata. Seperti misalnya: kepada dan daripada.

Contoh kata depan yang lainnya adalah: dalam, antara, akan, terhadap, oleh, dengan, sampai, untuk dan lain sebagainya.

Kata Penghubung (Konjungsi)

Kata penghubung adalah jenis kata sambung yang di dalamnya berfungsi sebagai penghubung antara satu kata dengan kata lainnya. Penggunaannya dapat diterapkan di dalam sebuah kalimat maupun satu kalimat dengan kalimat lain dalam keseluruhan sebuah paragraf. Beberapa jenis kata penghubung adalah:

1. Kata Penghubung Koordinatif

Kata Penghubung Koordinatif adalah kata penghubung yang memiliki fungsi untuk menghubungkan kata satu dengan kata yang lain, atau kalimat satu dengan kalimat yang lain. Dimana kata atau kalimat yang dihubungkan ini memiliki kedudukan yang sama. Contoh: dan, atau, serta, dll.

2. Kata Penghubung Subordinatif

Kata Penghubung Subordinatif adalah kata penghubung yang memiliki fungsi sebagai penghubung satu kata dengan kata lainnya, atau kalimat satu dengan kalimat lain. Dimana kata atau kalimat yang saling dihubungkan ini memiliki kedudukan yang tidak setara. Contoh: ketika, agar, sejak, yang, supaya, dan lain sebagainya.

Kata Sandang (Artikula)

Kata sandang (artikula) adalah kata yang tidak memiliki makna walaupun digunakan untuk menjelaskan kata benda maupun kata tertentu lainnya. Kata sandang umumnya dapat digunakan untuk mendampingi kata benda dasar dan kata benda turunan. Biasanya kata sandang berada pada posisi kalimat sebelum kata benda yang dijelaskan. Contoh kata sandang: yang, sang, para, si, dan lain sebagainya.

Partikel Penegas

Partikel penegas adalah salah satu jenis kelas kata yang ada dalam bahasa indonesia. Kata ini tidak bisa berdiri sendiri dan penggunaannya harus selalu dikaitkan dengan kata lainnya. Contoh partikel penegas adalah: -kah, -pun, dan lain sebagainya.