Frasa: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, Kategori dan Kelas Frasa

Pengertian Frasa Ciri Jenis Kategori Kelas Definisi Contoh

Frasa: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, Kategori dan Kelas Frasa. Definisi, macam ragam, unsur pembentuk dan ciri-ciri frasa yang perlu diketahui. Untuk menciptakan sebuah kalimat, kita menggunakan susunan berbagai komponen mulai dari kata dan berbagai tanda baca. Sebuah kalimat memiliki beberapa satuan pembentuk kalimat yang menempati fungsi-fungsi tertentu yaitu: Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), Pelengkap (Pel), dan Keterangan (Ket). Barisan fungsi yang ada boleh digunakan sebagian maupun keseluruhan, namun komponen minimal yang wajib ada adalah Subjek dan Predikat. Fungsi dalam sebuah kalimat juga dapat tersusun dari kata, frasa maupun klausa. Kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai frasa untuk dapat dimengerti lebih jauh penerapan dan manfaatnya bagi perbahasaan kita.

Pengertian Frasa

Lain dengan kalimat, lain juga dengan frasa. Frasa adalah gabungan dari dua kata ataupun lebih yang menempati satu fungsi dalam sebuah kalimat. Frasa tidak bisa disebut sebagai kalimat sempurna karena kurangnya tambahan fungsi lain pada bagiannya.

Contoh Kalimat: Ada dua asisten yang sedang menjalankan tugas di luar negeri.

Penjelasan fungsi dari kalimat di atas bisa dipisah menjadi seperti ini:

Dua asisten = Subjek (S)

Sedang menjalankan tugas = Predikat (P)

Di luar negeri = Keterangan Tempat (Ket.)

Tiga bagian di atas adalah tiga frasa, yaitu ‘dua asisten’, ‘sedang menjalankan tugas’ dan ‘di luar negeri’. Bagaimana? Apakah sekarang kalian sudah sedikit memiliki gambaran mengenai frasa?

BACA JUGA: Jenis Makna Kata (Semantik) dalam Bahasa Indonesia

Ciri-Ciri Frasa

Sebuah kumpulan kalimat, dapat dinyatakan sebagai frasa jika didapati memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Terdiri dari minimal dua kata atau lebih
  • Memiliki makna dan fungsi gramatikal
  • Bersifat nonpredikatif
  • Frasa selalu menduduki sebuah fungsi dalam sebuah kalimat

Kategori Frasa

Berdasarkan kategorinya, frasa dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: Frasa Setara, Frasa Bertingkat dan Frasa Idiomatik.

Frasa Setara

Sebuah frasa dapat dinyatakan setara apabila unsur penyusunnya memiliki kedudukan yang sama.

Contoh kalimat frasa setara adalah: “Saya dan Kakak berjalan-jalan dan membeli baju di toko”.

Bisa kita perhatikan bahwa frasa ‘saya dan kakak’ memiliki kedudukan yang sama dan tidak memiliki penjelasan tunggal pada masing-masing kata.

Frasa setara juga dapat ditandai dengan adanya kata hubung seperti ‘dan’, ‘atau’ diantara kedua unsur katanya.

Frasa Bertingkat

Selain frasa setara ada juga frasa bertingkat. Yaitu ketika sebuah frasa terdiri dari inti dan atribut.

Contoh frasa bertingkat: Adik akan pulang nanti sore.

Bisa kita perhatikan bahwa frasa ‘nanti sore’ memiliki unsur atribut dan juga inti.

Frasa Idiomatik

Frasa idiomatik adalah frasa yang memiliki makna lebih luas. Tidak dapat diartikan secara langsung sesuai dengan kata penyusunnya.

Contoh frasa idiomatik:

1. “Pak Hanif menyembelih kambing hitam untuk sajian hajatan”

2. “Pak Hanif menjadi kambing hitam pada kasus kebakaran kemarin”

Kedua kalimat tersebut menggunakan frasa ‘kambing hitam’. Namun keduanya memiliki makna yang jauh berbeda. Pada kalimat (1) ‘kambing hitam’ memiliki makna sebagai hewan kambing berbulu hitam yang disembelih sebagai sajian. Sedangkan pada kalimat (2) ‘kambing hitam’ tidak memiliki makna sama sekali mengenai kambing ataupun warna hitam, melainkan bermakna sebagai orang yang dipersalahkan atas sebuah kejadian.

Kelas Frasa

Jika dibedakan menjadi kelas-kelas tertentu, frasa dapat dibedakan menjadi 6 kelas. Yaitu frasa benda, kerja, keterangan, sifat, bilangan dan depan. Berikut adalah kelas-kelas frasa:

Frasa Benda

Frasa benda dapat juga disebut sebagai frasa nomina. Frasa ini memiliki pendistribusian yang sama dengan kata benda. Dimana unsur pusat pada frasa ini adalah pada kata benda. Contoh frasa benda adalah: “Hanif mendapat hadiah kelulusan”. Kalimat tersebut akan memiliki makna yang sama apabila dijadikan kalimat: “Hanif mendapat hadiah”. Karena frasa ‘hadiah kelulusan’ memiliki makna yang sama dengan benda ‘hadiah’.

Frasa Kerja

Frasa kerja dapat juga disebut sebagai frasa verba. Frasa jenis ini memiliki pendistribusian yang sama dengan kata kerja. Contoh: “Hanif dari tadi akan makan mie menggunakan mangkuk bakso”. Frasa ‘akan makan’ adalah kata kerja yang hampir sama dengan kata kerja ‘makan’.

Frasa Sifat

Frasa sifat dapat juga disebut sebagai frasa adjektiv. Frasa jenis ini sama dengan kata sifat. Inti dari frasa ini adalah berupa kata sifat. Contoh kalimat yang mengandung frasa sifat: “Lukisan yang dipajang disana memang indah-indah”. Kalimat tersebut dapat dibuat menjadi: “Lukisan yang dipajang disana indah-indah”.

Frasa Keterangan

Frasa keterangan dapat disebut frasa adverbia. Frasa jenis ini hampir sama dengan kata keterangan. Inti dari frasa ini adalah kata keterangan dan tak jarang pula menduduki fungsi sebagai kata kerja. Ada dua posisi yang menentukan sebuah frasa dapat disebut sebagai frasa keterangan dan frasa pada kata kerja.

Contoh frasa keterangan sebagai kata keterangan: “Jarang sekali Hanif berangkat pagi”. Kalimat ini akan memiliki makna yang sama dengan: “Hanif berangkat pagi, jarang sekali”.

Contoh frasa keterangan pada kata kerja: “Saya itu memberikan pendapat dan juga mengusulkan saran”.

Frasa Depan

Frasa depan sering juga disebut sebagai frasa preposisional. Frasa jenis ini adalah frasa yang terdiri dari kata depan dan tambahan kata lain sebagai unsur penjelas. Contoh frasa depan: “Wanita berbaju merah itu memanggil Hanif”. Dalam kalimat tersebut, frasa ‘wanita berbaju merah’ menjelaskan mengenai seorang wanita dengan penjelas ‘berbaju merah’.

Frasa Bilangan

Frasa bilangan dapat disebut pula sebagai frasa numeralia. Frasa jenis ini distribusinya sama dengan kata bilangan berupa angka hitungan. Umumnya, penciptaan frasa bilangan atau frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata untuk menjadi penggolong atau dapat juga langsung menggunakan kata bantu bilangan. Contoh frasa bilangan pada kalimat: “Enam orang guru mendaftar tes calon pegawai negeri”.

Frasa Berdasar Unsur Pembentuk

Frasa yang dibuat berdasarkan unsur makna-makna dalam pembentukannya dapat digolongkan menjadi tiga. Ada frasa biasa, idiomatik, dan ambigu. Berikut adalah penjelasan lengkap dari ketiga frasa tersebut:

Frasa Biasa

Frasa biasa adalah frasa yang memiliki hasil dari pembentukan makna denotasi. Denotasi sendiri adalah makna sebenarnya. Contoh frasa biasa: “Ayah mendapat hadiah undian seekor kambing hitam“, “Meja hijau buatan Pak Hanif”. Kedua frasa ‘kambing hitam’ dan ‘meja hijau’ mengarah pada makna benda yang sebenarnya dan bukan kiasan.

BACA JUGA: Jenis Kelas Kata, Ciri-ciri dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Frasa Idiomatik

Frasa idiomatik adalah frasa yang memiliki makna konotasi. Konotasi sendiri adalah makna bukan sebenarnya. Bisa juga disebut sebagai kiasan dari arti sebenarnya. Contoh frasa idiomatik: “Akhirnya Wali Kota turun tangan untuk menanggapi demo mahasiswa”, “Rico selalu menjadi kambing hitam dari perkelahian kedua orang tuanya”.

Frasa Ambigu

Frasa ambigu adalah frasa yang memiliki makna ganda. Frasa ambigu juga dapat diartikan sebagai frasa yang di dalamnya memiliki kegandaan arti sehingga yang mendengarkan atau membaca dapat menimbulkan keraguan dalam pemahamannya. Contoh kalimat yang berisi frasa ambigu: “Guru kelas baru mengajar hari ini”. Kalimat tersebut dapat memiliki makna ambigu karena ‘guru kelas baru’ dapat diartikan menjadi (1) Guru yang mengajar di bangunan kelas yang baru, atau (2) Guru baru yang mengajar di sebuah kelas.