Pengertian Sifat Kimia dan Fisika, Perbedaan, Ciri-ciri & Pemanfaatan

Pengertian Sifat Kimia Definisi Sifat Fisika Perbedaan Ciri Pemanfaatan

Pengertian Sifat Kimia dan Fisika, Perbedaan, Ciri-ciri & Pemanfaatan. Penjelasan sifat fisika dan sifat kimia dari sebuah zat, meliputi definisi, ciri-ciri, parameter, pemanfaatan dan perbedaan antara kedua sifat tersebut.

Kita sebagai manusia hidup di alam semesta ini yang tentunya setiap waktu dikelilingi oleh berbagai zat. Dan semua yang kita gunakan dan selalu berhubungan dengan kita merupakan bentuk dari zat yang ada di alam semesta.

Jika sebelumnya telah kita pelajari bagaimana cara atau metode pemisahan campuran, maka kali ini akan kita bahas bersama mengenai sifat kimia dan fisika suatu zat. Namun agar materi ini lebih mudah dicerna, ada baiknya jika kita pahami terlebih dahulu apa pengertian zat itu sendiri.

Pengertian Zat

Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Dengan kata lain, zat dapat kita definisikan sebagai semua benda yang menempati ruang dan waktu tertentu yang tersusun atas partikel kecil yang disebut dengan atom. Dan setiap zat pasti memiliki volume dan massa.

Pengertian Sifat Fisika

Sifat fisika adalah suatu perubahan yang dialami suatu benda tanpa membentuk zat baru. Sifat fisika ini dapat diamati tanpa melakukan perubahan pada zat-zat penyusun materi tersebut.

Sifat fisika suatu materi akan dapat langsung diamati maupun diteliti terlebih dahulu tanpa perlu mengubah komposisi dari suatu materi tersebut. Ini juga sama halnya seperti perubahan fisika yang dapat terjadi setiap waktu tanpa perubahan komposisi atau struktur apapun dari suatu materi yang ada.

BACA JUGA: TABEL PERIODIK UNSUR KIMIA, SIMBOL DAN METODE PENGELOMPOKAN

Parameter Sifat Fisika

Sifat seperti inilah yang digunakan untuk mengamati dan sebagai penggambaran akan adanya suatu materi dengan berbagai parameter, antara lain berupa wujud zat, warna, bau, massa jenis, kekerasan, kelarutan, titik leleh, titik didih, kemagnetan, kekentalan, dan kekeruhan.

Wujud Zat

Wujud zat dibedakan menjadi tiga, yakni: zat padat, zat cair, dan gas. Adapun zat tersebut faktanya dapat berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu: membeku, menguap, mencair, mengembun, mengkristal, dan meyublim.

Bau

Setiap benda memiliki bau atau aromanya masing-masing. Ada benda yang memiliki bau wangi (harum), ada pula yang baunya busuk, anyir dan lain sebagainya.

Warna

Seperti halnya bau, setiap benda atau zat bisa saja memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat diamati secara langsung dengan mata normal, sekalipun tanpa bantuan alat. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri khas yang dapat digunakan untuk membedakan antara zat satu dengan zat lain. Contoh warna benda misalnya arang memiliki warna hitam, sementara susu warnanya putih, dan lain sebagainya.

Kelarutan

Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Sebagai contoh pelarut adalah air yang merupakan zat pelarut yang dapat melarutkan beberapa zat terlarut. Namun tidak semua zat dapat larut dalam air sebagai zat pelarut. Misalnya, gula dapat larut dalam air, tetapi pasir dan kerikil tidak dapat larut dalam air.

Daya Hantar Listrik

Sifat fisika selanjutnya adalah daya hantar listrik. Jika kalian telah mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan kelistrikan, maka kalian akan memahami bahwa benda dibagi menjadi dua, yakni konduktor dan isolator. Pengertian konduktor adalah benda-benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik. Sedangkan isolator adalah benda-benda yang tidak dapat menghantarkan listrik.

Benda yang terbuat dari logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Daya hantar listrik pada suatu benda atau zat dapat dilihat dari gejala yang ditimbulkannya. Contohnya, kabel tembaga yang dihubungkan dengan sumber tegangan listrik dan sebuah lampu. Maka lampu tersebut akan menyala sebagai akibat yang dapat diamati dari adanya sifat fisika yang berupa daya hantar listrik.

Titik Didih

Titik didih merupakan sifat fisika. Titik didih adalah suhu ketika suatu zat mendidih.

Titik Leleh

Seperti halnya titik didih, titik leleh juga merupakan sifat fisika. Titik leleh adalah suhu ketika zat padat berubah menjadi zat cair.

Kemagnetan

Kemagnetan juga merupakan salah satu sifat fisika. Benda dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan sifat kemagnetan, yakni benda magnetik dan benda non-magnetik. Sesuai dengan namanya, benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet disebut dengan benda magnetik, sebaliknya benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet dikategorikan sebagai benda non-magnetik.

Sifat Fisika yang Terlihat

Sifat fisika ini dapat diamati dari beberapa parameter, yaitu:

  • Wujud zat: gas, padat, dan cair
  • Bau zat: wangi, busuk, harum, anyir, dan lain sebagainya
  • Kekerasan zat: keras, cair, atau lunak
  • Warna zat: putih, merah, hitam, kuning, hijau, dan berbagai warna lainnya
  • Bentuk: gepeng, bulat, bundar, kotak, balok, kubus, persegi, segitiga, prisma, persegi panjang, bola dan sebagainya.
  • Tetapan fisika: titik didih, titik lebur, titik uap, titik beku, indeks bias, massa jenis dan sebagainya.

Untuk lebih jelasnya kalian bisa melihat tabel di bawah ini:

Sifat FisikaTembagaBesiAirOksigenAlkohol
KekerasanLunakKerasCairTidak dapat dirasaCair
KelenturanLenturMudah putusTidak adaTidak adaTidak ada
WujudPadatPadatCairGasGas
WarnaKemerah-merahanHitam logamBeningTak berwarnaTak berwarna
KelarutanTidak LarutTidak LarutLarutLarutLarut
MenguapSulitSulitSulitMudahMudah

Perubahan Sifat Fisika

Sifat ini dapat dilihat dengan cara melakukan aktivitas fisika, antara lain:

  • Melarutkan zat: mudah larut dalam air atau tidak
  • Mengalirkan panas: dapat mengalirkan panas atau tidak
  • Menguapkan: mudah menguap atau tidak
  • Mendekatkan ke magnet: dapat ditarik magnet atau tidak
  • Mengalirkan arus listrik: dapat mengalirkan arus listrik atau tidak
  • dan berbagai aktivitas fisika lainnya.

Contoh Sifat Fisika

Sifat Fisika Hidrogen:

  • Rumus molekul: H2
  • Wujud: Gas
  • Berat molekul: 2,02 gram/mol
  • Spesifik gravity: 0,0709-252,70
  • Titik leleh: -259,1°C
  • Titik didih: -252,7°C
  • Temperatur kritis: -239.9°C
  • Tekanan kritis: 12,8 atm

Sifat Fisika Etilen:

  • Rumus molekul: CH2CH2
  • Wujud: Gas
  • Berat molekul: 28,05 gram/mol
  • Spesifik gravity: 0,57-102/4
  • Titik leleh: -169°C
  • Titik didih: -103,9°C
  • Temperatur kritis: 9,7°C
  • Tekanan kritis: 50,5 atm

Sifat Fisika Metana:

  • Rumus molekul: CH4
  • Wujud: Gas
  • Berat molekul: 16,04 gram/mol
  • Spesifik gravity: 0,415-164
  • Titik leleh: -182,6°C
  • Titik didih: -161,4°C

Sifat Fisika Etana:

  • Rumus molekul: CH3CH3
  • Wujud: Gas
  • Berat molekul: 30,07 gram/mol
  • Spesifik gravity: 0,546-88
  • Densitas (25°C): 0,315 gram/ml
  • Titik leleh: -172°C
  • Titik didih: -88,6°C
  • Tempertur kritis: 32,1°C
  • Tekanan kritis: 48,8 atm

Sifat Fisika Propana:

  • Rumus molekul: CH3CH2CH3
  • Wujud: Gas
  • Berat molekul: 44,10 gram/mol
  • Spesifik gravity: 0,585-45/4
  • Titik leleh: -187,1°C
  • Titik didih: -42,2°C

Sifat Fisika Butana:

  • Rumus molekul: CH3CH2CH2CH3
  • Wujud: Gas
  • Berat molekul: 58,12 gram/mol
  • Spesifik gravity: 0,60°
  • Titik leleh: -135°C
  • Titik didih: -0,6°C

BACA JUGA: PENGERTIAN LARUTAN, MACAM-MACAM LARUTAN DAN KESETIMBANGAN KIMIA

Pengertian Sifat Kimia

Sifat kimia adalah perubahan yang dialami suatu benda dan dapat membentuk zat baru.

Sifat kimia dari sebuah materi dapat menggambarkan potensinya ataupun kemungkinan yang dapat terjadi apabila materi tersebut mengalami perubahan atau reaksi kimia, yang berdasarkan pada struktur dan komposisinya. Agar dapat secara pasti mendefinisikan sifat kimia dari sebuah materi, kita memerlukan sebuah perubahan kimia untuk melihat bagaimana pengaruhnya ketika terjadi perubahan-perubahan tersebut. Sebagai contohnya, kita dapat mengambil aktifitas hidrogen yang umumnya akan dapat menyala dan meledak pada kondisi tertentu yang juga dapat disebut sebagai perubahan kimia. Berdasarkan dari berbagai perubahan kimia tersebut, maka kalian dapat mendefinisikan bagaimana sifat kimia dari sebuah materi tertentu.

Ciri-ciri Sifat Kimia

Ciri dari sebuah zat yang berkaitan dengan terbentuknya zat jenis baru adalah sesuai dengan contoh sifat kimia antara lain mudah terbakar, mudah membusuk, mudah meledak, beracun, dan berkarat (korosif).

Mudah Terbakar

Mudah terbakar berarti dapat menyulut api. Sebagai contoh paling umum adalah bensin, dimana zat ini adalah termasuk yang paling mudah terbakar. Maka dari itu tidak heran apabila di stasiun pengisian bahan bakar terdapat larangan tegas bertuliskan “DILARANG MEROKOK”, “NO SMOKING” atau semacamnya.

Ketika kita mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat dengan aman menggunakan zat tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Zat akan dibakar, sehingga kemudian dapat diketahui apakah zat itu mudah terbakar, sulit, atau tidak dapat dibakar sama sekali. Sebagai contohnya, besi, baja, garam, dan air yang secara kimia tidak dapat terbakar.

Mudah Busuk

Jika kalian terlalu lama membiarkan sebuah makanan begitu saja diluar, maka akan dapat dipastikan benda-benda itu akan membusuk. Ini dikarenakan akibat dari terjadinya reaksi kimia. Bukan hanya itu, benda yang membusuk umumnya akan memiliki bentuk dan rasa yang sudah tidak sama seperti semula. Misalnya, apel yang telah dipotong yang dibiarkan berhari-hari akan bereaksi dengan udara menjadi berubah warna dan membusuk, susu yang dibiarkan begitu saja di udara terbuka akan berubah rasa menjadi asam.

Berkarat

Karatan adalah salah satu reaksi yang terjadi antara logam dan oksigen, dimana reaksi berlebihan ini akan dapat mengakibatkan benda tersebut berubah bentuk dan warna menjadi berkarat. Benda logam seperti misalnya besi dan seng pada dasarnya memang memiliki sifat yang mudah berkarat.

Mudah Meledak

Ini adalah efek yang diberikan berkaitan dengan interaksi zat dengan oksigen yang ada di alam. Ada banyak sekali sifat sebuah zat. Dan salah satunya adalah meledak. Kalian dapat menemui benda yang memiliki sifat mudah meledak seperti contohnya adalah: magnesium, uranium dan juga natrium.

Beracun

Sebuah zat dapat dinyatakan beracun apabila memiliki efek berbahaya bagi tubuh makhluk hidup. Ada banyak zat yang memiliki sifat kimia beracun. Diantaranya adalah: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan juga rodentisida. Zat beracun tersebut umumnya dimanfaatkan sebagai pembasmi hama baik itu serangga maupun tikus-tikus yang merugikan.

Sifat Fisika dan Kimia Pada Logam

Logam adalah merupakan salah satu dari 3 kelompok unsur yang dibedakan berdasarkan sifat ionisasi dan ikatan, bersama dengan metaloid dan non logam. Walaupun begitu, unsur logam lebih sedikit di alam dibandingkan dengan unsur non-logam. Beberapa unsur logam yang umumnya kita kenal di kehidupan sehari-hari ialah aluminium, tembaga, emas, besi, timah, perak, titanium, uranium dan zinc.

Sifat Fisika pada Logam

Logam memiliki sifat fisika yang misalnya adalah fungsinya yang baik sebagai konduktivitas listrik, konduktivitas ternal, sifat luster dan massa jenis. Dalam hal ini, logam yang pada dasarnya memang telah memiliki massa jenis, tingkat kekerasan dan titik lebur yang rendah, umumnya bersifat sangat reaktif terhadap reaktan. Jumlah elektron bebas yang tinggi yang dapat berada pada segala bentuk logam padat, akan dapat menyebabkan logam tidak terlihat transparan. Sebagai contohnya adalah logam alkali dan logam alkali tanah.

Sebagian besar logam mempunyai massa jenis yang lebih tinggi dari pada non logam. Walaupun begitu, tetap saja variasi dari massa jenis ini memiliki perbedaan yang sangat besar. Mulai dari lithium yang sebagai logam dengan massa jenis paling kecil, sampai dengan somium yang menjadi logam dengan massa jenis paling besar.

Sifat Kimia pada Logam

Logam umumnya akan cenderung untuk membentuk kation dengan cara menghilangkan elektronnya kemudian baru bereaksi dengan oksigen di udara untuk dapat membentuk oksida basa.

Sebagai contoh:

  • 4Na + O2 = 2Na2O (natrium oksida)
  • 2Ca + O2 = 2CaO (kalsium oksida)
  • 4Al + 3O2 = 2Al2O3 (aluminium oksida)

Sedangkan untuk logam transisi yang seperti contohnya besi, tembaga, seng dan nikel, memerlukan waktu lebih lama untuk dapat teroksidasi. Sedangkan untuk logam lainnya, seperti palladium, emas dan platinum, adalah logam yang tidak bereaksi dengan udara sama sekali. Lalu logam seperti aluminium, magnesium dan beberapa macam baja serta titanium, memiliki semacam “pelindung” di bagian paling luarnya. Dimana ini membuatnya tidak dapat dimasuki oleh molekul oksigen. Proses pengecatan atau anodisasi “plating” pada logam biasanya adalah langkah yang terbaik untuk mencegah korosi.

Pemanfaatan Logam

Pada umumnya, logam sangat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia di alam semesta. Karena penggunaanya mencakup berbagai bidang. Baik bidang industri, pertanian atau bahkan teknologi.

Sebagai contoh penggunaan merkuri dalam proses klor alkali, yakni proses tersebut adalah proses elektrolisis yang memiliki peran penting dalam industri manufaktur dan pemurnian zat kimia. Beberapa zat kimia yang dapat diperoleh dengan proses eloktrolisis diantaranya adalah natrium, hidrogen, klor, fluor, natrium hidroksida, kalsium, magnesium, aluminium, seng, perak, kalium bikromat dan kalium permanganat. Yang dalam proses elektrolisis pada larutan natrium klorida tersebut adalah merupakan proses klor dari alkali.

Lalu, ada pula jenis logam mulia lain yang bahkan secara turun temurun selalu dijadikan perhiasan, antara lain emas, perak, tembaga dan juga platina. Emas dan perak sendiri sebenarnya memiliki sifat penghantar listrik yang sangat baik sehingga sangat umum dan banyak dipakai untuk melapisi konektor-konektor pada perangkat-perangkat elektronik.