Pengertian Cuaca dan Iklim serta Unsur Pembentuknya

Pengertian Cuaca Iklim Perbedaan Faktor Unsur Pembentuknya

Pengertian Cuaca dan Iklim serta Unsur Pembentuknya. Apakah yang dimaksud dengan cuaca dan iklim? Apa saja perbedaan, unsur dan faktor yang mempengaruhi iklim dan cuaca? Secara umum, kita sering meremehkan dan menganggap bahwa cuaca dan iklim adalah dua hal yang sama. Namun sayangnya salah besar. Cuaca dan iklim adalah dua hal yang berbeda. Mari kita bahas lebih mendalam di artikel kali ini.

Pengertian Cuaca dan Iklim

Cuaca adalah sebuah keadaan udara yang berada pada suatu wilayah, daerah dan lokasi tertentu. Hanya terjadi pada waktu yang dingkat, umumnya hanya beberapa jam dan dibuktikan juga dengan adanya perbedaan kondisi pada pagi dan siang hari. Apakah kalian sering melihat sebuah tempat atau daerah turun hujan yang sangat lebat, sedangkan di daeran lain tidak turun hujan sama sekali bahkan tampak cerah? Maka secara tidak langsung kalian telah melihat cuaca. Ilmu yang mempelajari tentang cuaca adalah Meteorologi. Cuaca dapat terjadi dikarenakan oleh adanya perbedaan suhu dan kelembaban di sebuah daerah dengan daerah lainnya. Perbedaan ini dilatar belakangi oleh sudut pemanasan matahari yang juga memiliki perbedaan disetiap daerahnya.

Kalian tau BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika)? Mereka adalah badan (Lembaga) yang bertugas memprediksi cuaca di suatu daerah dan memberikan informasinya pada masyarakat umum. Lembaga ini bertugas mencatat dan menyelidiki dengan teliti aktivitas udara seperti suhu udara, tekanan udara, angin, curah hujan dan aktivitas awan. Bukan hanya satu tempat, BMKG memiliki banyak sekali stasiun-stasiun untuk pemantau cuaca yang tersebar di seluruh Indonesia, ini demi memudahkan dalam menginformasikannya pada masyarakat secara akurat.

Sedangkan iklim adalah sebuah keadaan rata-rata cuaca yang ada pada sebuah wilayah secara luas. Jika cuaca memliki renggang waktu hanya beberapa jam untuk berubah, iklim umumnya memiliki perbedaan dalam perubahan yang didasarkan pada perhitungan waktu selama 11-30 tahun. Ilmu yang mempelajari iklim ialah Klimatologi. Contoh penyebutan iklim biasanya adalah tropis, sub tropis, dingin dan lain sebagainya. Iklim biasanya memiliki jangkauan yang luas hingga dalam beberapa kasus hingga antar negara-negara. Ini dikarenakan iklim dipengaruhi oleh tata letak geografis dan topografi sebuah daerah atau wilayah. Artinya, perbedaan iklim di satu daerah dengan daerah lain dipengaruhi oleh posisi relatif matahari pada daerah di bumi kita ini. Kendali matahari pada iklim berperan sangat penting. Sehingga bisa mempengaruhi gerak udara dan arus laut. Indonesia merupakan negara yang dilintasi oleh khatulistiwa, maka disini kita memiliki cuaca yang bervariasi dan membuat kita dapat merasakan iklim tropis.

Unsur Cuaca dan Iklim

Adanya cuaca dan iklim terbentuk karena unsur penyusunnya. Secara umum ada tujuh unsur penyusun pada terjadinya cuaca dan iklim. Diantaranya adalah sinar matahari, suhu, kelembaban udara dan tekanan udara, angin, curah hujan dan awan. Mari kita bahas satu per satu.

Sinar Matahari

Adanya rotasi bumi yang membuat bumi beredar mengelilingi matahari pada porosnya mempengaruhi apa yang terjadi di atas bumi. Sedangkan ada istilah lain yang hampir mirip yang dinamakan revolusi, yakni aktivitas bumi yang mengelilingi matahari berdasarkan lintasan orbitnya. Kedua aktivitas bumi mengenai hal ini sangat mempengaruhi cuaca maupun iklim di bumi, termasuk juga unsur yang menyusunnya. Proses rotasi dan revolusi membuat matahari memancarkan sinarnya kesegala arah dan bumi yang mengitarinya mendapat sinar tersebut secara teratur. Bentuk bumi yang elips membuat bumi tidak mendapatkan sinar matahari yang adil keseluruh bumi di waktu yang bersamaan.

Waktu penerimaan sinar matahari di sebuah wilayah, dipengaruhi oleh garis lintang dan garis bujur. Maka, semakin tinggi letak garis lintang sebuah daerah, maka penyinaran matahari pada daerah tersebut semakin berkurang. Itulah mengapa ada beberapa negara yang hanya memiliki siang hanya 9 jam dan ada yang hingga 21 jam.

Hal lain yang juga mempengaruhi unsur pembentukan cuaca dan iklim adalah pergerakan unsur di atmosfer. Misalkan awan yang pada lapisan troposfir dapat menghalangi sinar matahari di wilayah tertentu, sehingga secara tidak langsung daerah tersebut tidak memiliki cukup bagian sinar matahari. Proses masuknya sinar matahari ke permukaan bumi ini disebut sebagai insolasi. Sinar matahari yang datang akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi lebih hangat atau panas. Proses seperti ini dinamakan radiasi, dan radiasi inilah yang menjadi sumber penerangan dan sumber utama bagi bumi.

Suhu

Radiasi sinar matahari yang masuk ke permukaan bumi memiliki beragam tingkatan dan ini menyebabkan sebuah wilayah dengan wilayah lainnya memiliki perbedaan suhu. Radiasi sinar yang dikirimkan ke bumi, akan diserap dan dipantulkan sebagian kembali. Pantulan inilah yang mempengaruhi suhu disebuah daerah. Contohnya adalah kawasan bumi yang ada pada garis lintang 0 – 23o akan memiliki suhu yang panasnya lebih tinggi dibanding dengan daerah di kutub. Hal ini karena sinar matahari yang masuk melalui gelombang pantul dari permukaan. Dataran tinggi tidak sama seperti dataran rendah. Sehingga proses pemantulan sinar menjadi tidak maksimal dan suhu menjadi lebih lembab.

Kelembaban Udara

Pemanasan sinar matahari yang menyebabkan perbedaan suhu akan berpengaruh pada penguapan yang terjadi di darat maupun laut. Aktivitas ini akan menyebabkan penggumpalan yang termuat atau terkumpul di udara. Jadi, kandungan uap yang ada pada udara ini disebut sebagai kelembaban udara. Kelembaban udara cenderung tidak stabil karena tergantung pada pemanasan yang terjadi.

Jadi, jika semakin tinggi suhu udara, maka tingkatan kelembaban di suatu wilayah atau daerah akan juga meningkat. Ini dikarenakan udara yang mengalami pemanasan menjadi merenggang dan diisi oleh uap air. Kelembaban uap air yang terkumpul dalam jumlah dan suhu tertentu, dibandingkan dengan kandungan uap yang ada pada udara disebut sebagai kelembaban relatif.

Tekanan Udara

Unsur ke empat yang mempengaruhi cuaca dan iklim ini merupakan suatu gaya yang muncul karena akibat dari adanya berat dari lapisan udara yang memiliki massa dan menempati ruang. Jadi, tekanan yang ada memiliki massa sedangkan udara memiliki tekanan. Apabila suhu di sebuah daerah semakin tinggi, maka tekanan udara juga akan semakin rendah. Tekanan dan suhu berbanding terbalik karena sifat udara adalah merenggang.

Angin

Jika udara akan bergerak dari daerah yang lebih dingin menuju daerah yang lebih panas, maka udara yang bergerak ini disebut sebagai angin.

Curah Hujan

Awan yang semakin lama semakin berat karena kandungan air yang naik, akan mencapai titik tertentu. Uap air ini akan terbawa angin hingga turunlah titik-titik air ke bumi yang dinamakan hujan.

Awan

Kumpulan uap air atau kristal es dalam jumlah besar yang berkumpul dan berada di lapisan atmosfer bumi disebut sebagai awan. Pada musim panas atau kemarau, hanya sedikit awan yang terlihat di udara, ini dikarenakan penguapan yang ada terjadi terlalu sedikit. Dan berbanding terbalik disaat musim hujan, di mana banyak sekali awan dapat kita temui di langit, karena uap air yang terkandung di dalam awan juga berjumlah cukup banyak.

Tagged as: