Pengertian Garuda Pancasila, Sejarah, Makna dan Arti Lambang

Pengertian Garuda Pancasila Sejarah Makna Arti Lambang Negara Indonesia

Pengertian Garuda Pancasila, Sejarah, Makna dan Arti Lambang. Penjelasan lambang negara RI yang meliputi definisi, sejarah, arti dan makna lambang negara Indonesia, burung garuda pancasila. Negara kita (NKRI) adalah negara yang sudah merdeka. Dan di setiap ruang kelas kalian pasti dipajang foto presiden dan wakil presiden beserta satu lambang garuda gagah di tengahnya. Nah, kali ini di website ILMUPELAJARAN.COM akan membahas materi tentang garuda pancasila agar pengetahuan kalian semakin bertambah sekaligus memupuk rasa nasionalisme. Berikut penjabarannya.

Pengertian Garuda Pancasila

Burung Garuda Pancasila adalah lambang negara Republik Indonesia yang bentuknya berupa seekor Burung Garuda dan berwarna emas. Di badannya berkalungkan perisai yang di dalamnya berisi gambar simbol-simbol Pancasila. Di kedua kakinya juga dapat dilihat ada seutas pita putih yang dicengkeram dan bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA”.

Lambang negara Indonesia tersebut memiliki nama resmi Garuda Pancasila, dimana Garuda sendiri adalah merupakan nama burung emas yang digunakan, sedangkan Pancasila merupakan lima dasar negara Indonesia yang disimbolkan pada gambar-gambar di dalam perisai yang dikalungkan.

BACA JUGA: KEGIATAN EKONOMI (PRODUKSI, DISTRIBUSI, KONSUMSI) DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Sejarah Burung Garuda

Perancangan lambang negara ini dimulai pada bulan Desember tahun 1949, yakni beberapa hari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh pihak penjajah Belanda. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1950 mulai dibentuklah Panitia Lencana Negara yang dimana mereka memiliki tugas menyeleksi usulan lambang negara.

Diambil dari berbagai usul lambang negara yang diajukan ke panitia pembuatan lambang tersebut, rancangan karya Sultan Hamid II yang akhirnya diterima. Memiliki nama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie adalah merupakan salah satu sultan dari Kesultanan Pontianak, dan pernah menjabat sebagi Gubernur Daerah Istimewa Kalimantan Barat dan juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Zonder Portofolio pada era Republik Indonesia Serikat.

Setelah rancangannya disetujui, desain itupun kemudian disempurnakan sedikit demi sedikit sesuai dengan usul Presiden Soekarno dan juga penambahan masukan dari berbagai organisasi lainnya, dan akhirnya pada bulan Maret 1950, jadilah lambang negara yang gagah seperti yang kita kenal sekarang.

Rancangan akhir yang menjadi final lambang negara itupun akhirnya diperkenalkan ke masyarakat dan mulai digunakan pada tanggal 17 Agustus 1950, lalu kemudian disahkan penggunaannya pada 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Sukiman Wirjosandjojo melalui. Pengesahan lambang ini dimasukkan pada PP 66/1951, yang kemudian tata cara penggunaannya diatur dalam PP 43/1958.

Pemakaiannya memangtelah disahkan pada tahun 1951, namun pada awal penggunaannya rupanya masih tidak memiliki nama resmi sehingga akhirnya muncul berbagai sebutan untuk lambang negara itu, seperti Garuda Pancasila, Burung Garuda, Lambang Negara, atau hanya sekedar Garuda. Bahkan nama Garuda Pancasila sendiri baru disahkan secara resmi sebagai nama resmi lambang negara baru pada tanggal 18 Agustus 2000 oleh MPR melalui amandemen kedua UUD 1945.

BACA JUGA: PENGERTIAN DEMOKRASI LIBERAL, CIRI-CIRI DAN LATAR BELAKANG

Makna dan Arti Lambang

Lambang negara kita yaitu Garuda Pancasila yang sangat gagah perkasa. Memiliki tiga komponen utama, yang menyusunnya yakni burung garuda, perisai, dan pita putih.

Berikut adalah arti dari masing-masing elemen yang ada:

Burung Garuda

Burung Garuda dipilih karena merupakan salah satu burung mistis yang berasal dari Mitologi Hindu yang berkembang di wilayah Indonesia sejak abad ke-6. Burung Garuda sendiri memiliki arti untuk melambangkan kekuatan, sementara warna emas pada burung garuda memiliki makna kemegahan dan juga kejayaan.

Pada bagian tubuh burung garuda itu, jumlah bulu pada setiap sayapnya berjumlah 17. Kemudian pada bagian ekornya memiliki bulu berjumlah 8. Buku yang ada pada pangkal ekor atau tepat di bawah perisai adalah berjumlah 19. Pada lehernya juga memiliki bulu berjumlah 45. Jumlah-jumlah bulu tersebut memang ditentukan secara rinci karena jika digabungkan akan menjadi 17-8-1945, yang mana itu merupakan tanggal di mana kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

Perisai

Senjata pelindung ini dikalungkan pada bagian depannya, melambangkan pertahanan Indonesia. Di dalam perisai tersebut mengandung lima buah simbol yang masing-masing simbol dapat diketahui melambangkan sila-sila dari dasar negara Pancasila.

Ketuhanan Yang Maha Esa

Pada bagian tengah perisai terdapat simbol bintang bersudut lima dan ini melambangkan sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Lambang bintang dipilih karena dimaksudkan sebagai sebuah cahaya, seperti layaknya anugerah Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia. Sedangkan dibagian belakangnya adalah latar berwarna hitam, melambangkan warna alam atau warna asli, degan tujuan untuk menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah sekedar rekaan manusia, namun sumber dari segala sesuatu di dunia dan telah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.

BACA JUGA: NEGARA DENGAN SISTEM DEMOKRASI DAN PENYALAHGUNAAN DEMOKRASI

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Ada lambang sila kedua di bagian kanan bawah terdapat rantai yang melambangkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai tersebut dibangun atas mata rantai berbentuk segi empat dan juga lingkaran yang saling berkait membentuk lingkaran. Mata rantai berbentuk segi empat itu melambangkan laki-laki, sedangkan yang berbentuk lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkait satu sama lain inipun juga dibuat dengan tujuan melambangkan bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan, pastinya membutuhkan satu sama lain dan memerlukan persatuan agar menjadi kuat seperti sebuah rantai.

Persatuan Indonesia

Ada pula gambar pohon beringin yang berada di bagian kanan atas perisai dan melambangkan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Pohon beringin ini dipilih dan digunakan karena pohon beringin dianggap merupakan pohon yang besar, di mana banyak orang bisa meneduh di bawahnya. Makna yang bisa diambil adalah diibaratkan seperti halnya semua rakyat Indonesia yang bisa “berteduh” di bawah naungan negara Indonesia. Pohon beringin yang memiliki sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana, tetap berasal dari satu pohon yang sama, dengan harapan walaupun banyak keragaman suku bangsa, masyarakat tetap menyatu di bawah nama Indonesia.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Lalu ada simbol kepala banteng di sebelah kiri atas yang melambangkan sila keempat yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Lambang banteng ini dipilih dan digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul, dimana ini dipilih karena kebiasaanya tersebut seperti halnya musyawarah, di mana orang-orang harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu untuk mencapai hasil tertentu.

BACA JUGA: PENGERTIAN INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT DAN PERBEDAANNYA

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pada bagian perisai sebelah kiri bawah terdapat gambar padi dan kapas yang dipilih untuk melambangkan sila kelima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas dipilih dan digunakan karena dianggap merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni sandang dan pangan yang digunakan sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran. Dimana kemakmuran ini yang merupakan tujuan utama bagi sila kelima ini.

Pada perisai sekilas terlihat seperti terdapat garis hitam tebal yang melintang di tengah-tengah. Rupanya Garis ini melambangkan garis khatulistiwa yang berposisi melintang melewati wilayah Indonesia.

Warna latar berupa merah dan putih itu juga merupakan warna nasional Indonesia, yang juga dipakai pada bendera negara Indonesia. Warna merah memiliki arti keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian.

Pita dan Semboyan Negara

Pada bagian bawah burung Garuda Pancasila, terdapat pita putih yang dicengkeram oleh kedua cakarnya dan disana bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA”. Kalimat bhinneka tunggal ika sendiri adalah merupakan kata dalam Bahasa Jawa Kuno yang memiliki arti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.

Nah, kalian tentunya sudah paham setelah mempelajari materi pengertian garuda pancasila, sejarah, makna dan arti lambang lewat penbahasan di atas. Mungkin kalian juga ingin mempelajari materi lainnya seperti pengertian demokrasi, serta pelaksanaan demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.