Pengertian Alat Ukur, Fungsi dan Macam-macam Alat Ukur

Pengertian Alat Ukur Definisi Fungsi Jenis Macam Alat Ukur

Pengertian Alat Ukur, Fungsi dan Macam-macam Alat Ukur. Penjelasan mengenai alat ukur (measuring tool), definisi, jenis dan fungsinya. Jika sebelumnya kita telah mempelajari tentang bagaimana cara mengumpulkan data, menyajikan dan mengolahnya, maka pada materi kali ini akan kita bahas bersama mengenai macam-macam alat ukur termasuk dengan pengertiannya, aneka ragam alat ukut beserta fungsinya.

Dalam mendukung aktivitas kehidupan sehari-hari tentunya kalian sudah sangat umum dan familiar dengan berbagai macam alat ukur. Seperti misalnya penggaris, thermometer, timbangan dan juga alat ukur lainnya yang lebih beragam.

Alat-alat yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari itu bukan hanya untuk mendukung aktivitas harian, namun juga untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan oleh para peneliti. Ini dikarenakan jika kita menggunakan alat ukur, akan mendapatkan informasi tepat berupa angka sesuai dengan berapa nilai dari benda yang kita ukur tersebut.

Pengertian Alat Ukur

Alat ukur (measuring tool) adalah sebuah alat yang tujuan penggunaanya untuk membantu dalam mengetahui nilai suatu besaran. Baik itu besaran nilai maupun kondisi dari sebuah komponen yang diukur.

Alat ukur sendiri juga telah banyak digunakan untuk menentukan nilai presisi yang ada pada sebuah benda ataupun komponen yang diukur, dengan tujuan mendapatkan nilai kuantitas dari sebuah benda. Dimana jika kita menggunakan data pengukuran pada sebuah penelitian atau pekerjaan, maka data yang kita dapat adalah merupakan data pasti.

BACA JUGA: PENGERTIAN BILANGAN, LENGKAP DENGAN JENIS DAN CONTOHNYA

Fungsi Alat Ukur

Alat ukur sebenarnya memiliki fungsi yang cukup beragam, dan ini juga tergantung dari untuk apa dan jenis apa alat ukur itu digunakan. Namun jika kita ingin mengambil garis pengertian secara umum, alat ukur berfungsi sebagai pengukur sesuatu. Baik itu panjang atau tinggi benda, berat, jarak, tegangan, waktu dan lain sebagainya.

Dengan memanfaatkan macam-macam alat ukur yang ada, maka bukan tidak mungkin bahwa pekerjaan kalian akan menjadi lebih fleksibel, efektif dan juga cepat, akurat serta tepat dalam mengukur sebuah parameter.

Macam-macam Alat Ukur

Ada berbagai jenis alat ukur sesuai dengan kebutuhan atau parameter yang akan diukur.

Alat Ukur Panjang

Mistar

Umumnya kita mengenal alat ukur ini dengan sebutan penggaris. Kalian dapat menggunakannya juga sebagai alat bantu gambar yang dapat menghasilkan garis lurus dan konsisten.

Penggaris atau mistar juga memiliki berbagai macam jenis, semisal mistar segitiga dan mistar lurus. Dan begitu pula dengan bahan dari mistar yang umum kita temui, karena bisa berupa bahan logam, kayu, plastik, dan lain sebagainya.

Meteran

Lalu ada pula meteran yang memiliki ukuran yang biasanya lebih dikenal dengan panjang yang lebih dari satu meter. Ketelitian yang ada di dalam meteran bahkan sampai 0,5 mm, dan umumnya digunakan sebagai alat bantu ukur dalam membangun bangunan. Alat ini mirip seperti mistar namun biasanya tidak dapat digunakan untuk menggambar dan memiliki ukuran yang lebih panjang.

Ukurannya yang panjang akan lebih ringkas karena dapat digulung. Satuan yang digunakan umumnya adalah mm dan cm, feet atau inch. Panjang dari meteran juga sangat beragam, biasanya kelipatan dari sat meter bahkan mencapai 100 meter.

Jangka Sorong

Jika kalian ingin membedakannya dengan alat ukur panjang yang lain, maka jangka sorong memiliki tingkat detail yang paling tinggi karena bahkan mencapai seperseratus millimeter. Jangka sorong sendiri bagiannya terdiri dari dua macam yaitu bagian geser (serong) dan rahang tetap.

Pada bagian rahang terdapat skala panjang yang menjadi skala utama, sedangkan pada rahang gesernya sebagai skala pendek yang merupakan skala nonius atau Vernier. Skala utama yang terdapat pada alat ukur ini adalah cm dan mm, dan skala noniusnya adalah 9 mm yang kemudian dibagi menjadi 10 skala.

Untuk penggunaannya, umumnya jangka serong akan membutuhkan keahlian dan juga ketelitian tinggi dari penggunanya, demi mendapatkan hasil pengukuran yang tepat.

Mikrometer Sekrup (Ulir)

Ini adalah merupakan alat ukur dengan tingkat akurasi tinggi dan memiliki presisi tinggi. Dimana alat ini akan dapat menunjukkan serta melihat serta mengukur benda yang memiliki satuan ukur dengan ketelitian mencapai 0,01 mm.

Untuk penggunaanya, micrometer biasa digunakan pada bidang keahlian teknik mesin dan elektro dikarenakan akurasinya yang begitu baik ketika mengukur diameter maupun ketebalan, bahkan pada benda yang berukuran sagat kecil. Benda kecil yang dapat diukur oleh mikrometer sekrup diantaranya adalah rambut, kertas, seng, serat kabel, kawat dan juga lain sebagainya.

Alat Ukur Massa

Neraca Digital

Selain timbangan standar, ada pula timbangan digital atau yang juga dapat kita sebut sebagai neraca digital. Cara penggunaanya juga sangat mudah karena hanya harus meletakkan benda apapun diatasnya dan angka digital yang tertera akan langsung mengikuti seberapa berat benda di atasnya.

Ketelitian neraca digital sendiri cukup detai hingga mencapai 0,001 gram. Karena memiliki tingkat ketelitian yang tinggi juga praktis, neraca ini juga sangat sering digunakan pada laboratorium sebagai alat mengukur massa benda yang begitu kecil.

Neraca Ohaus

Neraca ohaus adalah salah satu alat ukur massa yang dapat memberi kita data akurat dengan tingkat ketelitian mencapai 0,1 gram dan terdiri dari 3 skala. Skala pertama umumnya akan memakai ratusan gram, skala kedua mulai memakai puluhan gram dan skala ketiga sudah memakai satuan gram.

Neraca ohaus memiliki prinsip kerja yang bertugas untuk membandingkan massa benda yang akan diukur sesuai dengan anak timbangan yang berada pada bagian neraca itu sendiri. Kemampuan pengukuran dari neraca ohaus dapat diubah dengan cara menggeser posisi anak timbangan sepanjang lengan.

Neraca Pegas

Jika kalian pernah melihat dan memahami dinamometer, maka itulah yang disebut sebagai neraca pegas. Alat ukur massa ini sering digunakan dan dimanfaatkan oleh para peneliti di laboratorium karena dirasa lebih mudah serta efektif dalam mengukur massa benda yang ringan.

Pada neraca pegas terdapat dua skala, yaitu skala N (newton) yang memiliki fungsi sebagai pengukur berat benda dan skala G (gram) yang memiliki fungsi sebagai pengukur massa benda.

Alat Ukur Waktu

Jam

Jam merupakan alat ukur yang populer sepanjang masa dan paling umum digunakan oleh banyak orang jika dibandingkan dengan alat ukur waktu lainnya. Jam memiliki waktu tempuh sebesar 24 jam perhari, dan setiap jamnya dibagi menjadi unit waktu yang lebih kecil lagi yaitu 60 menit dan 3600 detik.

Untuk saat ini kita akan dengan mudah menjumpai jenis jam yang berbagai macam bentuk dan fungsi. Mulai dari jenis arloji atau jam tangan hingga jam dinding ataupun jam digital. Semua prinsip kerjanya sama persis satu dengan lainnya hanya berbeda ukuran dan desainnya.

BACA JUGA: PENGERTIAN BANGUN RUANG, JENIS, RUMUS DAN SIFAT

Stopwatch

Stopwatch adalah salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengukur waktu. Kita akan dapat mengetahui lamanya waktu yang dibutuhkan pada sebuah kegiatan, semisal untuk memperkirakan mengenai berapa waktu yang dibutuhkan seseorang dalam menempuh jarak dari titik A ke titik B, atau berapa lama waktu yang harus digunakan untuk mengerjakan sesuatu.

Jam Pasir

Untuk saat ini, mungkin kita memang sangat jarang sekali menemui jam pasir. Karena semua yang ada telah menjadi digital. Bentuk dari jam pasir terdiri dari dua tabung gelas yang terhubung dengan sebuah lubang kecil diantaranya. Ini sangat membantu ketika kita hanya perlu melihat seberapa banyak lagi pasir yang tersisa.

Dan masih banyak lagi aneka ragam alat ukur sesuai dengan kegunaan dan parameter yang akan diukur, yang secara garis besar bisa kalian lihat di bawah ini.

MACAM-MACAM ALAT UKUR BERDASARKAN KEGUNAAN:

1. Massa

  • Neraca
  • Penimbang berat
  • Spektrometer massa
  • Katharometer

2. Waktu

  • Kalender
  • Chronometer
  • Jam dinding
  • Jam tangan (arloji)
  • Jam pasir
  • Jam matahari
  • Jam atom
  • Stopwatch
  • Penanggalan radiometrik

3. Panjang

  • CMM – Coordinate Measuring Machine (mesin pengukur kordinat)
  • Altimeter (mengukur ketinggian dari permukaan laut)
  • Height gauge (mengukur tinggi benda atau komponen)
  • Skala arsitek
  • Skala teknisi
  • Interferometer
  • Mikrometer
  • Jangka sorong
  • Pi tape
  • Odometer
  • Opisometer
  • Penggaris
  • Pasak ukur
  • Tape measure
  • Laser rangefinder
  • Ultrasound distance measure
  • GPS
  • Electronic distance meter

4. Luas

  • Planimeter

5. Sudut

  • Sextant
  • Theodolite
  • Protractor

6. Suhu

  • Thermometer
  • Thermocouple
  • Thermistor
  • Pyrometer
  • Electromagnetic spectroscopy
  • RTD (Resistance Temperature Detection)

7. Kelembaban

  • Hygrometer
  • Humidity Meter

8. Tekanan

  • Barometer
  • Manometer
  • Pitot tube (mengukur kecepatan)
  • Anemometer (mengukur kecepatan angin)
  • Tire-pressure gauge

9. pH

  • Kertas Lakmus (universal)
  • pH meter

10. Level

  • Altimeter (mengukur ketinggian)
  • Spirit level
  • Laser line level
  • Dumpy level
  • Tiltmeter

11. Radiasi

  • Geiger counter
  • Nichols radiometer

12. Suara

  • Sound Level Meter

13. Cahaya

  • Photometer
  • Spektrometer

14. Kecepatan

  • Speedometer
  • Airspeed indicator

15. Torsi (Torque)

  • Torsimeter
  • De Prony brake

16. Sifat listrik

  • Electrometer (mengukur muatan)
  • Amperemeter (mengukur arus listrik)
  • Galvanometer (mengukur arus)
  • Ohm-meter (mengukur hambatan)
  • Voltmeter (mengukur tegangan)
  • Wheatstone bridge
  • Multimeter (mengukur semua di atas)
  • Oscilloscope
  • Watt meter (mengukur daya)
  • Electric energy meter (mengukur energi)

17. Kekerasan

  • Durometer

18. Kepadatan

  • Pycnometer

19. Tidak terkategorisasi

  • Colorimeter (mengukur absorbance, dan juga konsentrasi)
  • Radiometry
  • Sicroscope
  • Spectroscopy

Setelah membaca materi alat ukur ini, mungkin kalian juga ingin mempelajari materi lainnya, misalnya pengertian bilangan cacah beserta penjelasan dan contohnya; lalu ada juga pengertian bangun datar dan jenis bangun datar di halaman lainnya di website ILMUPELAJARAN.COM.