Saturday , April 18 2026
Pengalaman Mahasiswa Prancis di Universitas Pertamina, Belajar Manajemen Sekaligus Budaya

Pengalaman Mahasiswa Prancis di Universitas Pertamina, Belajar Manajemen Sekaligus Budaya

Kehadiran mahasiswa internasional di Universitas Pertamina kembali mencerminkan semakin terbukanya akses pendidikan lintas negara. Salah satu yang mencuri perhatian adalah George William Bouedo, mahasiswa asal Prancis dari IÉSEG School of Management, yang mengikuti program pertukaran pelajar dan memilih fokus pada studi Manajemen selama berada di Indonesia.

Bagi George, keputusan untuk belajar di Universitas Pertamina bukan sekadar mencoba suasana baru, melainkan bagian dari strategi untuk memperkaya pemahaman tentang praktik bisnis global. Ia melihat kampus tersebut memiliki pendekatan pembelajaran yang dinamis, dengan sistem yang mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi serta berani menyampaikan gagasan.

Lingkungan akademik yang tidak terlalu formal menjadi salah satu hal yang menarik perhatiannya. Proses belajar terasa lebih hidup karena mahasiswa didorong untuk terlibat langsung dalam pembahasan materi, bukan hanya mendengarkan penjelasan dosen. Pola pembelajaran seperti itu dinilai mampu melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus memperkuat kepercayaan diri dalam berargumentasi.

Selama menjalani masa studi di Jakarta, George juga menghadapi berbagai penyesuaian yang tidak bisa dihindari. Kondisi cuaca yang panas dan tingkat kelembapan yang tinggi menjadi tantangan awal yang cukup terasa. Selain itu, perbedaan budaya dalam berinteraksi turut memberikan pengalaman baru yang membutuhkan proses adaptasi.

Alih-alih menjadi hambatan, pengalaman tersebut justru memperkaya cara pandangnya terhadap ilmu yang sedang dipelajari. Ia menyadari bahwa manajemen tidak hanya berbicara soal teori bisnis, tetapi juga berkaitan erat dengan kemampuan memahami orang lain, membangun hubungan, serta menyesuaikan diri dalam lingkungan yang beragam.

Dalam menghadapi situasi tersebut, George memilih untuk lebih terbuka terhadap lingkungan sekitar. Ia aktif menjalin komunikasi dengan mahasiswa lokal, mencoba memahami kebiasaan baru, serta tidak ragu untuk bertanya ketika menemui kesulitan. Pendekatan tersebut membuat proses adaptasi berjalan lebih lancar dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Selama mengikuti program pertukaran, ia merasakan dukungan yang kuat dari lingkungan kampus. Mahasiswa Universitas Pertamina dinilai ramah dan mudah diajak berinteraksi, sehingga menciptakan suasana yang nyaman bagi mahasiswa internasional. Hal tersebut turut membantu mempercepat proses penyesuaian sekaligus membuka peluang untuk bertukar pengalaman lintas budaya.

Pengalaman belajar di luar negeri memberikan perspektif baru yang tidak bisa diperoleh di ruang kelas saja. George merasakan bahwa interaksi langsung dengan budaya yang berbeda mampu memperluas cara pandang serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dunia kerja global yang penuh tantangan.

Menjelang akhir masa studinya, ia menyampaikan kesan positif terhadap Universitas Pertamina sebagai tempat belajar. Ia bahkan merekomendasikan kampus tersebut kepada mahasiswa internasional lainnya yang ingin mendapatkan pengalaman akademik sekaligus mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat.

Program pertukaran pelajar yang diikuti George juga sejalan dengan upaya global dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya melalui Sustainable Development Goals pada poin keempat mengenai Quality Education. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan adaptasi, memperluas wawasan lintas budaya, serta membangun sikap toleransi dalam menghadapi keberagaman di tingkat global.