Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Agar Bebas Lubang

Kesehatan
Seseorang sedang menerapkan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menyikat gigi secara teratur

Sisa kopi hitam setelah lembur malam atau manisnya es boba sore hari sering tertinggal di sela enamel tanpa disadari. Penumpukan sisa makanan yang dibiarkan berjam-jam bikin bakteri berkembang pesat dan memicu bau mulut.

Langkah rutin cara menjaga kesehatan gigi dan mulut sebenarnya tidak rumit dan tidak harus mahal. Kebiasaan sederhana yang dilakukan dengan cermat setiap hari bisa menghemat biaya perawatan medis yang membengkak di kemudian hari.

Memahami teknik yang pas serta memilih alat yang tepat bakal menjaga senyum tetap segar sepanjang hari.

Teknik Menyikat Gigi yang Tepat

Menyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur adalah fondasi utama perawatan diri. Durasi yang pas untuk pembersihan menyeluruh kira-kira 2 menit agar dapat menjangkau seluruh permukaan.

Pilih sikat bergagang lurus dengan bulu lembut agar tidak merusak lapisan gusi maupun mengikis enamel. Gerakkan sikat perlahan dengan arah memutar atau vertikal dari arah gusi menuju ujung gigi. Hindari gerakan menyapu horizontal dengan tekanan kuat karena dapat membuat gusi menyusut.

Pilihan pasta gigi bermerek yang mengandung fluoride dibanderol mulai dari Rp15.000 sampai Rp45.000 per tabung.

Gunakan pasta gigi seukuran biji jagung untuk dewasa. Takaran berlebih hanya menghasilkan busa melimpah tanpa meningkatkan kebersihan gigi.

Baca Juga: Tips Mengatasi Nyeri Sendi Paling Ampuh Supaya Badan Bebas Bergerak

Dental Floss Membersihkan Sela yang Tak Terjangkau

Sisa rendang atau serat mangga sering terselip di celah sempit yang tidak tersentuh bulu sikat.

Ambil benang gigi sepanjang 40 sentimeter, lalu selipkan dengan lembut di antara gigi tanpa merusak jaringan gusi.

Benang ditarik perlahan membentuk huruf U mengelilingi tiap sisi gigi. Gerakkan benang naik turun untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut.

Penggunaan benang gigi satu kali sehari sebelum tidur bisa mengurangi risiko peradangan gusi akibat timbunan plak tersembunyi. Benang gigi gulung isi 50 meter bisa didapatkan di apotek atau minimarket dengan harga sekitar Rp25.000 sampai Rp50.000.

Batasi Konsumsi Gula dan Makanan Lengket

Bakteri di dalam mulut memproses konsumsi gula menjadi asam yang mengikis lapisan pelindung gigi. Martabak manis, permen manis, atau kopi susu kekinian yang diminum perlahan sepanjang jam kerja memberikan pasokan gula berulang bagi bakteri.

Camilan lengket seperti cokelat atau kue kering cenderung menempel lebih lama di ceruk gigi geraham. Asam yang dihasilkan bakteri bakal bekerja lebih lama merusak enamel jika sisa makanan itu tidak segera dibersihkan.

Bilas mulut memakai air putih hangat setelah menikmati camilan manis bila belum sempat menyikat gigi. Langkah sederhana ini membantu menetralkan kadar keasaman rongga mulut serta membilas sisa gula yang menempel di permukaan.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Stamina Tubuh agar Tetap Aktif dan Produktif

Mengunyah permen karet bebas gula juga bisa merangsang produksi air liur alami. Air liur membantu membersihkan sisa makanan dan memulihkan mineral pada gigi.

Peran Obat Kumur dan Air Putih

Cairan pembersih mulut tanpa kandungan alkohol membantu menjangkau area dinding pipi dan bagian belakang rongga tenggorokan. Pemakaian cukup 15 sampai 30 detik setelah proses menyikat gigi di malam hari.

Obat kumur yang mengandung zat antiseptik bisa membantu mengurangi populasi bakteri penyebab bau mulut. Kendati demikian, penggunaan pembersih mulut sebaiknya tidak menggantikan fungsi utama sikat gigi dan benang gigi.

Kebiasaan minum air putih minimal 2 liter per hari mendukung produksi air liur tetap ideal. Air liur berfungsi sebagai pembersih alami yang menetralkan asam produk bakteri.

Botol pembersih mulut ukuran 250 ml di minimarket terdekat dijual sekitar Rp20.000 sampai Rp40.000.

Jadwal Pemeriksaan Rutin ke Dokter Gigi

Karang gigi yang mengeras tidak bisa hilang hanya dengan sikat biasa dan memerlukan bantuan alat pembersih khusus. Kunjungan rutin setiap 6 bulan sekali membantu mendeteksi lubang kecil sebelum membesar dan memicu gusi bengkak.

Baca Juga: Cara Mengatasi Diabetes Secara Alami dengan 8 Langkah Praktis

Biaya pembersihan karang gigi atau scaling di klinik umum maupun praktik mandiri berkisar antara Rp150.000 hingga Rp450.000 tergantung tingkat keparahan plak. Jika muncul rasa nyeri berulang, gusi berdarah tanpa sebab, atau pembengkakan di sekitar area gusi, segera konsultasikan ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai.

Perawatan dini jauh lebih ekonomis daripada penambalan saluran akar.

Ganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali atau ketika bulunya sudah tampak mekar agar proses pembersihan tetap optimal.

Pertanyaan Seputar Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Berapa kali sehari idealnya menyikat gigi?

Menyikat gigi disarankan dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Menyikat gigi sebelum tidur sangat penting karena produksi air liur menurun saat tidur, sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak.

Apakah obat kumur bisa menggantikan sikat gigi?

Tidak. Obat kumur hanya berfungsi sebagai pelengkap untuk menyegarkan napas dan mengurangi bakteri permukaan. Plak dan sisa makanan yang menempel erat pada gigi tetap butuh gesekan fisik dari bulu sikat gigi dan benang gigi.

Berapa biaya pembersihan karang gigi di klinik?

Biaya pembersihan karang gigi atau scaling umumnya berkisar antara Rp150.000 hingga Rp450.000. Besaran tarif ini bervariasi tergantung pada ketebalan karang gigi serta fasilitas klinik yang dikunjungi.

Mengapa gusi sering berdarah saat menyikat gigi?

Gusi berdarah biasanya menandakan adanya peradangan awal akibat penumpukan plak di garis gusi. Penyebab lainnya adalah penekanan sikat gigi yang terlalu keras atau penggunaan bulu sikat yang kasar.