Cara Mengatasi Anak Susah Fokus saat Belajar di Rumah

Parenting
Anak sedang belajar di meja belajar yang rapi untuk melatih konsentrasi dan fokus saat mengerjakan tugas

Anak usia 6 hingga 10 tahun biasanya cuma tahan berkonsentrasi sekitar 15 sampai 30 menit untuk satu tugas. Ketika mereka melamun saat mengerjakan PR matematika atau sibuk mengorek pensil warna, orang tua kerap menganggap mereka malas.

Padahal, perhatian anak yang mudah teralih sering dipicu lingkungan yang terlalu ramai atau pola istirahat yang terganggu. Mencari cara mengatasi anak susah fokus butuh pendekatan yang perlahan, namun konsisten.

Langkah awal bisa dimulai dengan mengevaluasi suasana rumah saat jam belajar berlangsung.

Atur Ruang Belajar Agar Minim Distraksi

Meja belajar yang penuh tumpukan komik, mainan Lego, atau gawai bikin pikiran anak melayang ke mana-mana. Benda yang ada di atas meja idealnya cuma buku teks, buku tulis, dan tempat pensil yang sedang dipakai.

Nyalakan lampu meja bernuansa putih terang. Posisikan meja menghadap dinding polos, bukan ke arah jendela yang penuh lalu lalang kendaraan. Suara obrolan di ruang tamu atau denting notifikasi WhatsApp di ponsel orang tua juga bisa memecah konsentrasi. Anggota keluarga lain sebaiknya bekerja sama menjaga ketenangan selama 45 menit jam belajar. Jika rumah berukuran terbatas, pojok kamar tidur bisa difungsikan sebagai area belajar tenang memakai penyekat lipat sederhana.

Pembagian Waktu Belajar dengan Sesi Pendek

Anak SD kelas satu atau dua umumnya belum sanggup duduk diam menyimak materi selama satu jam berturut-turut.

Baca Juga: Cara Menyiapkan Anak Masuk Sekolah agar Bebas Drama

Pecah PR sekolah menjadi beberapa bagian kecil yang bisa diselesaikan dalam rentang 10 hingga 15 menit. Berikan jeda istirahat sekitar 5 menit di antara sesi tersebut untuk memberi kesempatan otak mereka beristirahat.

Selama jeda pendek, biarkan anak minum air putih, mengambil camilan seperti potongan buah naga, atau merenggangkan badan. Jangan pernah memberikan ponsel pintar saat istirahat singkat ini, karena video durasi pendek bikin otak makin enggan kembali ke buku pelajaran. Pola belajar bertahap ini bikin beban mental anak terasa jauh lebih ringan.

Pola Tidur dan Asupan Makanan Memengaruhi Atensi

Anak usia sekolah butuh tidur malam kira-kira 9 sampai 11 jam setiap hari agar fungsi sarafnya tetap prima. Kurang tidur membuat anak cepat lelah, gampang rewel, dan sulit mencerna instruksi sederhana saat belajar.

Hentikan penggunaan gawai atau televisi setidaknya satu jam sebelum tidur agar kualitas tidur anak tidak terganggu oleh paparan cahaya biru.

Menu harian juga punya pengaruh nyata terhadap daya tahan konsentrasi anak. Sajikan menu sarapan sehat seperti telur dada, ikan kembung, dan tumis bayam sebelum anak berangkat sekolah. Konsumsi gula berlebih dari teh manis kemasan atau jajanan renyah bisa bikin energi anak melonjak drastis lalu anjlok seketika, yang memicu rasa kantuk serta kebingungan saat jam pelajaran.

Baca Juga: Panduan Cara Mengajarkan Anak Sopan Santun Sehari-hari

Gunakan Pendampingan Komunikatif Tanpa Emosi

Gaya orang tua saat menemani anak mengerjakan tugas sangat memengaruhi suasana hatinya. Nada suara tinggi atau bentakan ketika anak keliru menjawab soal justru memicu rasa cemas berlebih.

Kondisi stres bikin bagian otak yang mengatur daya ingat dan logika mendadak tidak berfungsi baik. Dampingi anak dengan tenang. Berikan pujian spesifik saat mereka berhasil merampungkan lima soal latihan tanpa teralih. Ajukan pertanyaan balik yang interaktif, misalnya meminta mereka menceritakan kembali dongeng yang baru dibaca dalam dua kalimat pendek.

Jika masalah konsentrasi ini terus berlanjut hingga mengganggu hasil belajar di sekolah dan disertai gejala hiperaktif yang tidak biasa, konsultasi dengan dokter anak atau psikolog tumbuh kembang dapat membantu menemukan penanganan yang tepat.

Penggunaan Alat Bantu Visual Melatih Kemandirian

Anak-anak belum memiliki pemahaman waktu yang matang seperti orang dewasa. Kalimat ajakan untuk belajar sebentar sering terasa abstrak dan membingungkan bagi anak usia dini.

Gunakan jam pasir mini atau pengukur waktu dapur berbentuk bundar yang angka serta jarumnya terlihat jelas. Setel pengukur waktu pada angka 15 menit dan letakkan tepat di samping buku pelajaran.

Anak bisa melihat pergerakan waktu secara konkret, sehingga tahu kapan harus fokus penuh dan kapan jam istirahat dimulai. Cara sederhana ini melatih kesadaran waktu, tanpa perlu diomongkan berulang kali.

Baca Juga: Tips Liburan dengan Anak Kecil Bebas Drama dan Nyaman

Letakkan jam meja analog kecil di atas meja belajar agar anak bisa belajar mengelola waktunya sendiri secara mandiri.

Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Anak Susah Fokus

Berapa lama durasi fokus anak sesuai usianya?

Secara umum, rentang fokus anak adalah 2 sampai 5 menit dikali usianya. Anak usia 6 tahun biasanya mampu fokus selama 12 hingga 30 menit, sedangkan anak usia 10 tahun bertahan sekitar 20 sampai 50 menit untuk satu tugas.

Apakah gawai membuat anak makin sulit fokus?

Tontonan durasi singkat pada gawai membiasakan otak anak menerima impuls cepat. Hal ini membuat aktivitas yang butuh kesabaran seperti membaca buku atau mengerjakan soal cerita terasa membosankan.

Apa camilan yang baik untuk membantu konsentrasi belajar anak?

Camilan bernutrisi kaya protein dan lemak baik dapat membantu menjaga konsentrasi. Beberapa pilihannya meliputi:

  • Telur rebus atau omelet sayuran
  • Potongan buah alpukat atau pisang
  • Kacang tanah sangrai tanpa tambahan garam

Kapan anak susah fokus perlu diperiksakan ke psikolog?

Pemeriksaan profesional disarankan jika kesulitan fokus membuat nilai sekolah anjlok drastis, mengganggu interaksi sosial, atau disertai perilaku impulsif berlebih yang berlangsung lebih dari enam bulan.