Tips Mengelola Stok Barang Usaha Agar Rapi dan Efisien
Dus mi instan menumpuk di pojok ruangan, sementara pembeli di aplikasi toko online sibuk menanyakan stok kemeja hitam ukuran L. Ruang simpan yang berantakan bikin catatan penjualan tidak cocok dengan fisik barang di rak.
Menghadapi masalah penataan persediaan memang menguras pikiran, tapi ada tips mengelola stok barang usaha yang efisien agar operasional harian berjalan lancar. Pengelolaan yang tertata dapat meminimalkan risiko kerugian akibat barang rusak atau hilang.
Hasil akhir pengelolaan persediaan tentu tergantung pada skala usaha dan kedisiplinan pencatatan harian.
Penggunaan Sistem FIFO Mencegah Barang Rusak
FIFO adalah sistem yang mendahulukan penjualan barang yang masuk lebih awal. Pola ini membantu produk yang punya tanggal kedaluwarsa seperti bumbu dapur, susu kotak, atau kosmetik agar tidak membusuk di rak.
Misalnya, toko sembako menerima pasokan 20 kardus minyak goreng di awal bulan seharga sekitar 14.000 rupiah per liter. Seminggu kemudian, masuk lagi pasokan baru dengan harga berbeda. Taruh stok baru di bagian belakang, sementara stok lama digeser ke depan agar diambil lebih dulu.
Kalau barang lama tertimbun di belakang, bungkusnya bisa berdebu atau kemasannya rusak sebelum sempat terjual. Akibatnya, modal tertahan dan produk terbuang sia-sia.
Kelompokkan Barang Berdasarkan Kecepatan Penjualan
Metode ABC mengelompokkan barang guna membagi fokus perhatian berdasarkan tingkat kelarisan.
Baca Juga: Strategi Ekspansi Bisnis yang Aman untuk Usaha Kecil
Kategori A adalah barang paling laris yang menyumbang porsi pendapatan terbesar, misalnya kaus polos warna hitam dan putih. Letakkan produk kategori ini di area yang paling mudah dijangkau dekat meja pengemasan.
Kategori B berisi barang dengan penjualan sedang, sedangkan Kategori C adalah produk yang jarang dicari seperti aksesori warna cerah. Untuk produk Kategori C, cukup simpan stok dalam jumlah kecil, misalnya 3 sampai 5 unit saja.
Menumpuk barang yang kurang laris dalam jumlah puluhan kardus hanya akan mempersempit ruang gerak di area gudang. Efisiensi tata letak ruang simpan jadi terganggu.
Catat Setiap Transaksi Detik Itu Juga
Kebiasaan menunda pencatatan keluar masuk barang kerap menjadi penyebab utama selisih stok saat dihitung ulang.
Setiap kali ada paket terkirim atau pembeli langsung mengambil barang di toko, catat pengurangannya saat itu juga. Aplikasi kasir berbasis ponsel pintar mempermudah usaha mikro mencatat penjualan dengan rapi.
Apabila skala bisnis sudah membesar dengan ratusan transaksi harian, konsultasikan keuangan dan sistem akuntansi ke konsultan profesional agar pengelolaan aset tetap terkontrol.
Kebiasaan menunda catatan hingga akhir pekan bikin pemilik usaha lupa barang mana yang keluar. Selisih 2 atau 3 barang setiap hari bisa membengkak jadi puluhan unit dalam sebulan.
Baca Juga: Cara Membuat Konten Pemasaran yang Menarik Pembeli
Penetapan Batas Stok Minimum Mencegah Kehabisan Barang
Batas stok minimum adalah jumlah paling sedikit barang yang wajib ada di rak sebelum pemesanan ulang dilakukan.
Hitung durasi pengiriman dari pemasok, misalnya butuh 3 sampai 5 hari pengiriman dari distributor di Surabaya. Kalau penjualan kaus mencapai 10 lembar per hari, tetapkan batas minimum sekitar 50 lembar.
Saat stok menyentuh angka 50, pemesanan ulang harus segera dikirim ke pemasok. Langkah ini dapat menekan risiko kehilangan pembeli, karena status barang tidak mendadak habis di pasaran.
Label batas minimum yang dipasang pada rak gudang memudahkan karyawan mengetahui kapan harus melapor ke bagian pembelian.
Stock Opname Rutin Menjaga Kesesuaian Data
Pengecekan fisik barang secara menyeluruh perlu dilakukan berkala untuk mencocokkan angka di catatan dengan stok nyata di rak.
Proses penghitungan ini tidak harus membuat toko tutup seharian dan kehilangan potensi pemasukan. Lakukan penghitungan bergilir, misalnya menghitung stok produk paling laris di hari Senin, lalu produk lainnya di hari Rabu.
Baca Juga: Tips Memilih Supplier Terpercaya untuk Usaha
Gunakan papan jalan dan lembar penghitungan fisik sederhana saat mencatat jumlah barang di rak.
Bila ada selisih angka yang lumayan jauh, periksa ulang dokumen penerimaan barang dari pemasok atau riwayat transaksi sebulan terakhir. Melakukan penghitungan rutin seminggu atau sebulan sekali membuat kerugian akibat barang hilang bisa terdeteksi lebih cepat.
Tempelkan kertas daftar isi barang pada bagian depan setiap kardus penyimpan agar pencarian stok fisik di gudang bisa selesai dalam hitungan detik. Cara sederhana ini lumayan menghemat waktu pengerjaan pesanan harian.
Pertanyaan Seputar Tips Mengelola Stok Barang
Bagaimanakah cara menghitung stok barang yang paling sederhana untuk toko kecil?
Gunakan buku catatan fisik atau tabel di spreadsheet dengan tiga kolom utama: barang masuk, barang keluar, dan sisa stok. Perbarui angkanya setiap ada transaksi keluar maupun pasokan masuk.
Berapa kali sebaiknya stock opname dilakukan dalam sebulan?
Untuk produk harian bernilai rendah, penghitungan fisik cukup dilakukan sebulan sekali. Namun produk bernilai tinggi atau barang yang cepat laku sebaiknya dihitung seminggu sekali agar selisih barang cepat ketahuan.
Apa yang harus dilakukan jika ada selisih antara catatan dan fisik barang?
Periksa kembali nota pembelian, bukti resi pengiriman, dan riwayat retur barang. Jika tetap tidak ditemukan, sesuaikan catatan dengan fisik barang yang ada, lalu catat selisih tersebut sebagai beban kerugian toko.
Aplikasi apa yang bisa dipakai untuk mencatat stok barang secara gratis?
Aplikasi kasir seperti Kasir Pintar, BukuWarung, atau Google Sheets bisa dimanfaatkan secara gratis lewat ponsel pintar untuk memantau pergerakan stok harian.
