Pengertian Individu, Keluarga, Masyarakat dan Perbedaannya

Individu Keluarga Masyarakat Pengertian Perbedaan Fungsi Tugas

Pengertian Individu, Keluarga, Masyarakat dan Perbedaannya. Apa yang dimaksud dengan individu, keluarga, masyarakat, perbedaan tugas dan fungsinya? Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang lain demi terciptanya hubungan komunikatif yang baik antar individu dalam bermasyarakat. Setiap individu, keluarga dan masyarakat memiliki relasi atau hubungan yang saling berkaitan satu sama lain. Hubungan ini yang dilandasi oleh nilai, norma serta aturan-aturan yang ada di antara komponen sosial tersebut. Individu tidak akan jelas asal usul identitasnya jika tanpa adanya suatu keluarga dan masyarakat yang dari lahir sudah menjadi latar belakang keberadaanya. Begitu juga sebaliknya, individu akan tetap berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya sendiri untuk membentuk perilaku yang memang menjadi jati dirinya. Semuanya disesuaikan dengan keselarasan keadaan dan kebiasaan yang memang telah ada pada dirinya. Lalu apa sih perbedaan individu, keluarga dan masyarakat? Yuk kita bahas

Pengertian Individu

Individu sendiri merupakan terjemahan dari kata latin individuum yang memiliki arti tidak terbagi. Individu bukan berarti manusia utuh yang sebagai suatu keseluruhan dan tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang memiliki keterbatasan, yaitu sebagai manusia perseorangan. Bukan hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, individu manusia juga mempunyai kepribadian dan pola tingkah laku spesifik tersendiri. Tiga aspek yang melekat pada persepsi terhadap individu adalah aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial. Jika terjadi kegoncangan pada salah satu aspek, aspek lain akan terpengaruh juga.

Satu individu tidak akan memiliki identitas yang jelas tanpa adanya suatu masyrakat yang mendukung atas keterbentukan latar belakang keberadaanya. Individu akan selalu berusaha menempatkan jarak dan memproses dirinya sendiri sebelum membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang kemudian akan menjadi satu kesatuan pada dirinya. Manusia yang terlahir sebagai individu, selalu berada di tengah-tengah kelompok individu tertentu. Ini ditujukan untuk mematangkannya menjadi pribadi sesuai dengan lingkungan yang dapat membentuk pribadinya. Tidak semua lingkungan dapat menjadi faktor pendukung dalam pembentukan pribadi. Ada pula lingkungan yang malah menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.

Pengaruh lain yang juga mempengaruhi individu adalah lingkungan masyarakat. Peranannya cukup besar dalam proses pembentukan pribadi. Bukan hanya masyarakat yang mempengaruhi, individu juga memungkinkan untuk mempengaruhi masyarakat. Ini sangat diperlukan dalam kegiatan bermasyarakat dengan banyak orang

Pengertian Keluarga

Keluarga adalah bagian yang lebih besar dari sekelompok orang. Mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang disebut rumah sebagai tempat tinggal. Aktivitas yang dilakukan antar keluarga adalah tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang sama. Keluarga sendiri berasal dari bahasa Sansekerta kula dan warga “kulawarga” yang memiliki arti “anggota” dan “kelompok kerabat”. Keluarga dapat juga disebut sebagai lingkungan di mana beberapa individu yang masih memiliki hubungan darah. Mereka bersatu dan berkomunikasi intesn secara rutin. Keluarga inti ”nuclear family” umumnya terdiri dari ayah, ibu, dan anak mereka. Ada banyak peran yang terdapat di dalam sebuah individu.

Peranan Ayah di keluarga adalah sebagai suami dari istri dan anak-anaknya, Umumnya memiliki peran sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung. Ia merupakan kepala keluarga yang harus senantisa memberikan rasa aman terhadap keluarga. Berperan juga sebagai anggota dari kelompok sosial dan masyarakat di lingkungannya.

Peranan Ibu dalam keluarga adalah sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Umumnya ibu memiliki peranan untuk mengurus rumah tangga. Bertindak sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya. Menjadi pelindung untuk keluarga. Dengan tetap menjalani peran dari anggota masyarakat di lingkungannya. Tak jarang pula, banyak juga para ibu yang dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan untuk keluarganya.

Peran Anak dalam keluarga adalah melaksanakan peranan psikosial. Peranannya disesuaikan dengan tingkat perkembangannya. Baik dari segi fisik, mental, sosial, maupun spiritual.

Tugas-tugas Keluarga

  • Pemeliharaan terhadap fisik keluarganya.
  • Pemeliharaan terhadap sumber daya dalam keluarga.
  • Pembagian tugas kepada masing-masing anggotanya dan disesuaikan dengan kedudukan masing-masing.
  • Melakukan sosialisasi antar anggota keluarga.
  • Menjaga ketertiban anggota keluarga.
  • Menyemangati dan saling dukung antar para anggotanya.

Fungsi Keluarga

Fungsi keluarga dalam pendidikan menekankan tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anggota keluarga mereka yang memerlukan pendidikan untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak ketika dewasa.

Fungsi keluarga dalam sosialisasi anak adalah bertugas menjalankan fungsi mengenai bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik di luar lingkunan keluarga.

Fungsi keluarga dalam perlindungan anggotanya adalah melindungi anak atau anggota keluarga dari tindakan-tindakan yang tidak baik yang dapat merugikan, sehingga anggota keluarga akan merasa terlindung dan merasa aman di sekeliling satu sama lain.

Fungsi keluarga dalam perasaan adalah untuk menjaga secara instuitif . Menuntut untuk merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota lainnya. Dapat dilakukan dengan berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga akan tercipta rasa saling pengertian satu sama lain. Ini akan berpengaruh terhadap keharmonisan dalam keluarga.

Fungsi keluarga untuk keperluan religius adalah memperkenalkan dan mengarahkan anak dan anggota keluarga yang lain ke dalam kehidupan beragama. Tugas kepala keluarga sangat penting dalam hal ini. Orang tua harus selalu menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang berperan untuk mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain pula setelah di dunia ini.

Fungsi keluarga untuk keperluan ekonomis adalah tugas kepala keluarga dalam mencari sumber-sumber kehidupan. Ini dilakukan untuk memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu. Dengan demikian maka kebutuhan-kebutuhan keluarga dapat terpenuhi dengan sedemikian rupa.

Fungsi keluarga dalam keperluan rekreatif tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi. Namun juga dapat dilakukan dengan cara selalu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga. Hal ini dilakukan dengan cara nonton TV bersama, berbagi cerita dan lain sebagainya

Fungsi keluarga dalam kepentingan biologis adalah peran utama keluarga untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus yang mewarisi darah dan jiwa orang tua. Dapat dilakukan dengan mulai memberikan kasih sayang dan saling perhatian antar anggota keluarga. Sehingga dapat membina pendewasaan kepribadian dari setiap anggota keluarga.

Masyarakat

Dari bahasa inggris society, dan berasal dari kata socius yang memiliki arti kawan. Adapun pengertian lain dari kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang memiliki arti berkumpul dan bekerja sama. Kegiatan saling berkumpul dan bekerjasama ini dikarenakan adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang diciptakan bukan disebabkan oleh manusia yang pada dasarnya sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan lainnya yang ada dalam lingkungan sosial dan merupakan kesatuan.

Masyarakat juga merupakan sebuah kesatuan sosial yang secara tidak langsung memiliki ikatan-ikatan tertentu yang sangat erat. Walaupun masyarakat terdiri dari individu-individu yang relatif mandiri, dengan hidup bersama dalam jangka waktu yang cukup lama pada sebuah wilayah tertentu menuntut manusia untuk bersosialisasi satu sama lain. Sebagian besar pekerjaan dan kegiatan dilakukan dengan berkelompok