Pengertian Budaya, Wujud, Klasifikasi, Karakteristik, Unsur & Potensi Kebudayaan

Pengertian Budaya Wujud Klasifikasi Karakteristik Unsur Potensi Keragaman Kebudayaan

Pengertian Budaya, Wujud, Klasifikasi, Karakteristik, Unsur & Potensi Kebudayaan. Pembahasan materi mengenai aneka ragam budaya yang ada di Indonesia, meliputi pengertian & wujud kebudayaan, klasifikasi unsur budaya, karakteristik budaya, potensi keberagaman budaya dan hal-hal yang terkait dengan budaya itu sendiri. Jika pada materi sebelumnya telah kita pelajari bersama mengenai pengertian antropologi beserta jenis dan cakupan kajian, kemudian tak ketinggalan pula materi menarik tentang animisme dan dinamisme yang merupakan bagian penting kepercayaan kuno, maka hari ini tak ada jeleknya jika kita mempelajari tentang ragam kebudayaan yang penuh akan ilmu pelajaran di dalamnya.

Pengertian Kebudayaan

Jika dilihat dari asal katanya, sebenarnya budaya atau  kebudayaan itu berasal dari bahasa Sansekerta “buddhayah” dimana kata tersebut merupakan bentuk jamak dari “buddhi” yang berarti budi atau akal. Kebudayaan juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan segala hal budi dan akal.

Sedang jika dilihat dalam bahasa Inggris, kebudayaan juga memiliki istilah tersendiri yaitu culture, dimana kata ini berasal dari kata bahasa Latin “colere”, yang berarti sebagai kegiatan mengolah, mengerjakan tanah, membalik tanah simpelnya kita dapat mengartikannya sebagai bertani.

Ada banyak definisi mengenai kebudayaan menurut para ahli. Salah satunya adalah definisi menurut Ralph Linton yaitu:

Kebudayaan adalah konfigurasi dan hasil dari tingkah laku yang dipelajari, yang unsur-unsur penentunya dimiliki bersama dan dilanjutkan oleh anggota masyarakat tertentu”

Lalu ada juga yang mengatakan bahwa “Kebudayaan bersifat superorganik yaitu sebagai sesuatu yang turun temurun dari generasi ke generasi atau sesuatu yang bisa diwariskan” menurut dari Herskovits.

Sementara itu ahli lain bernama Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski juga sempat mengemukakan bahwa “segala sesuatu yang ada dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri (cultural determinisme)”.

Wujud Kebudayaan

Ada beberapa wujud dari kebudayaan. Seperti yang pernah di definisikan oleh Koentjoroningrat, sebagai berikut:

  • Sistem gagasan pada budaya memang bersifat abstrak tapi dapat menentukan sifat, cara berfikir serta tingkah laku masyarakat pendukung budaya tersebut.
  • Sistem tindakan atau sistem sosial pada budaya meliputi perilaku dan bahasa, wujud budaya ini bersifat konkrit
  • Hasil karya manusia memiliki wujud konkrit, dapat dilihat, diraba dan difoto, misalnya pakaian, alat produksi dan alat transportasi

Wujud budaya yang telah disebutkan diatas juga sejalan dengan wujud budaya yang dikemukakan juga oleh Hoxley yaitu: mentifact, sosiofact dan artefact.

Klasifikasi Unsur Budaya

Jika didaftar, budaya sesuai klasifikasinya dari yang terkecil adalah:

  • Items, unsur yang paling kecil dari budaya
  • Trait, adalah gabungan dari beberapa unsur terkecil atau item
  • Trait kompleks, gabungan dari beberapa item dan juga trait sendiri
  • Cultural activity atau aktivitas budaya adalah wujud gabungan dari beberapa komplek budaya

Karakteristik Budaya

Budaya juga dikatakan memiliki sifat universal, yang artinya adalah terdapat sifat-sifat umum yang melekat pada setiap budaya yang ada di dunia. Baik itu kapan pun dan dimanapun budaya itu berada atau berasal. Adapun sifat dari budaya yang ada itu adalah:

  • Milik bersama
  • Merupakan hasil belajar
  • Didasarkan pada lambang
  • Terintegrasi
  • Dapat disesuaikan
  • Selalu berubah
  • Bersifat nisbi (relatif)

Isi Utama Budaya

  • Sistem pengetahuan, yang di dalamnya berisi pengetahuan mengenai alam sekitar, flora dan fauna yang ada di sekitar tempat tinggal, lalu juga zat-zat bahan mentah dan benda-benda dalam lingkungannya, tubuh manusia, sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia serta ruang dan waktu.
  • Sistem nilai budaya, adalah merupakan sesuatu yang memiliki nilai dalam hidup
  • Kepercayaan, adalah sebuah usaha manusia untuk tetap memelihara hubungan dengan mereka yang sudah meninggal secara spiritual
  • Persepsi, adalah merupakan cara pandang dari individu atau kelompok masyarakat tentang suatu permasalahan yang terjadi
  • Pandangan hidup, adalah nilai-nilai yang dipilih secara selektif oleh masyarakat dan dapat berasal dari norma agama (dogma), ideologi negara atau bahkan renungan atau falsafah hidup individu
  • Etos budaya, adalah ciri watak yang khas dari suatu budaya yang tampak dari luar

Budaya Lokal

Budaya lokal dapat disebut juga sebagau adat istiadat, yang mana ini adalah kebudayaan yang sudah berkembang atau sesuatu yang menjadi kebiasaan di tengah masyarakat kita dan sukar diubah. Daerah-daerah di Indonesia juga memiliki kebudayaan mereka sendiri yang dapat berbeda satu sama lain.

Umumnya, budaya lokal memiliki sifat tradisional yang hingga kini masih dipertahankan. Perkembangan budaya di suatu wilayah juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain lingkungan geografis, induk bangsa dan kontak antarbangsa. Maka dapatlah kita kaitkan dengan kebudayaan daerah yang memang biasanya memiliki ciri-ciri khusus antarwilayah sehingga beraneka ragam.

Setiap suku yang ada di bumi nusantara biasanya akan lebih memilih mempertahankan pola-pola hidup yang sudah lama disesuaikan dengan penduduk sekitar mereka. Lingkungan geografis yang berbeda misalkan yang di gunung maupun dataran rendah dan tepi pantai atau mungkin juga faktor iklim dan adanya hubungan dengan suku luar adalah salah satu penyebab perkembangan kebudayaan yang menjadi beraneka macam.

Potensi Keberagaman Budaya

Tiap suku bangsa di Indonesia memiliki beragam bahasa, ciri fisik, kesenian dan adat istiadat yang beraneka macam. Kekayaan budaya yang ada di negara kita ini sebenarnya sudah umum jika menjadi daya tarik tersendiri dan dapat berpotensi besar untuk menarik para wisatawan manca negara.

Tidak menutup itu, keberagaman ini juga dapat menjadi bahan kajian bagi banyak ilmuwan untuk memperluas pengetahuan dan wawasan. Hal yang paling utama dari kekayaan budaya yang kita miliki ini adalah adanya kesadaran dan kebanggaan diri akan kebudayaan yang kita miliki.

Walaupun disatu sisi sebenarnya bangsa Indonesia juga mempunyai permasalahan menahun yang berkaitan dengan keberagaman budaya dan hingga menyebabkan konflik yang berlatar belakang perbedaan suku dan agama.

Banyak pakar juga menilai akar masalah dari konflik yang terjadi ini ialah kemajemukan masyarakat, atau adanya dominasi budaya masyarakat yang memilki potensi tinggi dalam perubahan budaya dan kehidupan masyarakat pada umumnya.

Karakteristik Budaya Nasional

Ki Hajar Dewantara pernah mengemukakan bahwa sesungguhnya kebudayaan nasional Indonesia adalah puncak-puncak dari kebudayaan daerah. Begitu pula menurut Koentjoroningrat juga pernah mengatakan bahwa kebudayaan nasional Indonesia adalah kebudayaan yang didukung sebagian besar rakyat Indonesia, bersifat khas dan dapat dibanggakan oleh warga Indonesia sendiri. Wujud budaya nasional itu sendiri antara lain adalah sebagai berikut:

  • Bahasa, yang kita miliki adalah bahasa Indonesia. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga memiliki fungsi sebagai lambang kebangga nasional, lambang identitas nasional, alat pemersatu berbagai suku bangsa dan juga alat penghubung antar daerah dan antar budaya
  • Seni berpakaian, perbedaan yang ada tidak membuat kita tidak memiliki kemiripan, contohnya adalah pakaian batik dan kebaya yang kini telah menjadi simbol orang Indonesia dan juga tren untuk non – Indonesia.
  • Perilaku, kita memiliki budaya khas yaitu misalnya gotong royong (walaupun tiap daerah mempunyai nama yang berbeda, ada yang menyebutnya sambatan maupun gugur gunung).
  • Musyawarah, adalah wujud rukun yang menjunjung demokrasi. Sebagai contoh misalnya, sistem aipem pada masyarakat Asmat, atau jika kita melihat bahwa sudah sangat umum jika setiap desa selalu memiliki balai desa.
  • Peralatan, adalah komponen yang selalu menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat indonesia, bahkan banyak sekali peralatan, materi atau artefak yang menjadi kebanggaan nasional misalnya Candi Borobudur dan Prambanan.

Tagged as: klasifikasi budaya