adplus-dvertising
Tuesday , December 6 2022
Manfaat Laktoferin untuk Kesehatan Anak Menurut SehatQ

Inilah 4 Manfaat Laktoferin untuk Kesehatan Anak Menurut SehatQ

Cuaca yang tidak menentu serta berbagai jenis produk makanan dan minuman olahan, memang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk menjaga Kesehatan Anak. Anak-anak terutama bayi dan balita, memang lebih rentan sakit karena sistem imunitas yang masih terus berkembang.

Salah satu upaya menjaga kesehatan anak adalah dengan mengatur dan menjaga asupan makan serta minuman harian anak. Adapula anak-anak dalam kondisi khusus yang membutuhkan perhatian lebih dalam hal asupan. Salah satu imun booster alami adalah sebuah zat bernama laktoferin. Laktoferin ini paling banyak terdapat dalam ASI. Namun adapula susu formula yang memiliki kandungan laktoferin cukup tinggi.

Jika anak Anda sudah lepas ASI namun Anda masih ingin mendapatkan manfaat positif dari laktoferin. Anda bisa mengkonsultasikannya dengan dokter ahli gizi. Dokter ahli gizi memang cukup sulit ditemui, namun Anda bisa membuat janji dan berkonsultasi dengan mudah melalui fitur Chat Dokter yang ada di aplikasi kesehatan SehatQ.

Selain itu, melalui SehatQ Anda juga bisa membeli susu atau suplemen lain yang mengandung laktoferin, yang sesuai dengan anjuran dokter.

Definisi dan Manfaat Laktoferin

Banyak orang tua yang belum mengenal dan juga masih awam dengan manfaat laktoferin. Perlu Anda ketahui, laktoferin adalah sejenis protein yang terdapat dalam susu, baik ASI ataupun susu sapi.

Kadar laktoferin paling tinggi terdapat pada kolostrum, atau air susu yang keluar pertama kali setelah melahirkan. Selain dalam susu formula, Anda juga bisa mendapatkan laktoferin dalam bentuk suplemen bubuk. Di mana suplemen ini biasanya terbuat dari beras dengan kandungan laktoferin yang sudah dimodifikasi dari susu sapi.

Berikut adalah beberapa manfaat laktoferin yang penting bagi kesehatan menurut SehatQ, terutama untuk bayi dan anak-anak:

1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Manfaat utama laktoferin bagi kesehatan bayi dan anak-anak adalah meninkatkan daya tahan tubuh. Karena laktoferin banyak terdapat pada ASI maka bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki daya tahan tubuh yang lebih bagus.

Laktoferin terbukti dapat melindungi tubuh dari berbagai jenis infeksi mulai dari infeksi bakteri, virus hingga jamur. Bahkan pada bayi prematur, laktoferin juga digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi pada darah atau sepsis

2. Mengatasi Anemia

Anak-anak merupakan salah satu kelompok usia yang juga rentan mengalami anemia namun jarang terdeteksi. Anemia pada anak bisa menyebabkan anak kurang gizi karena nafsu makan turun drastis.

Manfaat laktoferin yang kedua adalah membantu penyerapan zat besi pada usus. Kemampuan ini tidak hanya berguna bagi anak-anak. Beberapa susu ibu hamil dan menyusui juga memiliki kandungan laktoferin untuk memenuhi kebutuhan zat besi ibu hamil dan menyusui.

3. Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Manfaat laktoferin yang ketiga adalah menyembuhkan berbagai penyakit. Karena sifatnya yang mampu mencegah infeksi, maka ada juga orang yang menggunakan suplemen lakoferin untuk meredakan berbagai gangguan kesehatan ringan seperti pilek, diare dan penyakit umun lainnya.

Hal tersebut mungkin saja memang bisa dilakukan, namun tetap harus diberikan atas izin dan pengawasan dari dokter. Terutama pada bayi dan juga anak-anak.

4. Mencegah Osteoporosis

Manfaat laktoferin yang kelima berkaitan dengan kesehatan tulang. Laktoferin dipercaya dapat memicu pembentukan osteoblas atau sel tulang jika berinteraksi dengan mineral hidroksiapatit. Dengan demikian laktoferin juga berguna untuk mencegah osteoporosis.

Efek Samping Laktoferin

Walaupun laktoferin memiliki banyak manfaat yang baik bagi kesehatan, tetap saja jika dikonsumsi secara berlebihan (terutama dalam bentuk suplemen) akan dapat memberikan efek samping bagi kesehatan, seperti: gatal-gatal, sembelit, mudah lelah, nafsu makan menurun bahkan menggigil.

Itulah mengapa, pemberian dosis tambahan laktoferin melalui suplemen sebaiknya melalui konsultasi lebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.