Kegiatan Ekonomi (Produksi, Distribusi, Konsumsi) dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Produksi Distribusi Konsumsi Contoh Tujuan Kegiatan Ekonomi

Kegiatan Ekonomi (Produksi, Distribusi, Konsumsi) dalam Kehidupan Sehari-hari. Pengertian, contoh dan tujuan produksi, distribusi serta konsumsi. Secara tidak langsung, sadar atau tidak kita selalu melakukan kegiatan ekonomi dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari kegiatan jual beli, produksi atau bahkan ketika mengkonsumsi barang yang telah dibeli. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai kegiatan ekonomi yang sering kita temui.

Kegiatan Produksi

Produksi merupakan kegiatan untuk menambah fungsi dan kegunaan suatu benda. Tak jarang pula produksi dapat dilakukan untuk menciptakan benda baru sehingga mendapatkan manfaaat yang lebih untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah manfaat sebuah benda dengan mengubah sifat dan bentuknya disebut sebagai kegiatan produksi barang. Berbeda lagi dengan kegiatan yang dilakukan untuk menambah faedah suatu benda tanpa mengubah bentuknya sama sekali, disebut sebagai kegiatan produksi jasa. Ada perbedaan mendetail mengenai kedua kegiatan produksi ini, yaitu:

Produksi Barang

Produksi barang dapat dibedakan menjadi dua. Yaitu produksi barang konsumsi dan produksi barang modal. Barang konsumsi sendiri merupakan barang yang telah siap untuk dikonsumsi tanpa perlu diubah, sedangkan barang modal adalah barang yang dari awal bertujuan untuk menghasilkan barang berikutnya atau lainnya yang memiliki nilai manfaat lebih tinggi dari benda konsumsi. Dapat disimpulkan bahwa barang modal tidak dapat secara langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Produksi Jasa

Produksi jasa dapat dibedakan menjadi dua. Yaitu jasa yang langsung dapat memenuhi kebutuhan manusia dan jasa yang tidak secara langsung dapat memenuhi kebutuhan. Film yang ditonton, perawatan dari dokter, kagiatan mengajar dari seorang guru, atau pagelaran musik dari musisi merupakan produksi jasa yang secara langsung dapat memenuhi kebutuhan. Sedangkan jasa pergudangan dan perbankan termasuk dalam produksi jasa yang tidak bisa secara langsung memenuhi kebutuhan.

Tujuan Kegiatan Produksi

Umumnya kita dapat langsung mengetahui bahwa tanpa kegiatan produksi di kehidupan kita, kebutuhan manusia yang beraneka ragam banyaknya tidak akan dapat dipenuhi secara maksimal. Kemajuan inovasi yang ada dalam kegiatan produksi selalu berhubungan dengan standar hidup manusia di era tertentu. Maka, secara langsung tujuan produksi ialah memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran dalam hidup.

Bukan hanya sedikit pihak yang terlibat dalam sebuah kegiatan produksi. Ada puluhan bahkan ratusan orang yang berperan pada kegiatan produksi. Semuanya saling terkait. Pihak pertama adalah pihak yang menghasilkan dan memproduksi barang dan jasa yang kita gunakan. Sebutan untuk pihak pertama ini adalah produsen. Kemudian ada pihak kedua yang berperan untuk mengkonsumsi atau membeli barang yang dijual oleh pihak produsen. Pihak kedua ini disebut sebagai konsumen.

Kepentingan produksi berdasar pada sudut kepentingan pihak konsumen. Bagi para produsen, tujuan produksi suatu produk adalah untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Serta menjaga kesinambungan kehidupan perusahaan dimasa mendatang. Sementara bagi konsumen, tujuan produksi adalah sebagai penyedia berbagai benda kebutuhan untuk mempermudah hidup

Kegiatan Distribusi

Pengiriman barang dari produsen ke konsumen memerlukan aktivitas tersendiri untuk dilaksanakan. Agar barang yang dikirim dari tempat produsen sampai ke tempat konsumen yang tepat, maka diperlukan kegiatan yang dinamakan kegiatan distribusi. Distribusi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyalurkan atau mengirimkan barang-barang dan jasa-jasa dari produsen agar diterima oleh konsumen.

Tujuan Kegiatan Distribusi

Produsen memproduksi barang dan jasa tidak untuk dipakai sendiri, namun untuk disalurkan pada produsen lainnya atau langsung ke konsumen yang membutuhkan. Ada jarak atau perbedaan lokasi diantara keduanya. Maka kegiatan distribusi berfungsi sebagai penyampai dan pengirim barang atau jasa dari prosusen ke tempat lain. Baik itu ke produsen lain atau ke konsumen.

Saluran Distribusi

Adanya perbedaan tempat, keadaan, dan karakteristik yang berbeda pada sebuah produk, maka saluran distribusi secara fisik dapat dibedakan menjadi saluran barang konsumsi, baran hasil industri dan barang hasil pertanian.

Kegiatan Konsumsi

Pengertian kegiatan konsumsi dalam dalam ilmu ekonomi adalah sebuah tindakan yang dilakukan terus menerus untuk menghabiskan atau mengurangi suatu produk secara berangsur-angsur. Kegiatan ini dapat mengambil manfaat suatu barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk memelihara kelangsungan hidup manusia.

Tujuan Kegiatan Konsumsi

Tujuan singkat kegiatan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup individu. Semua kegiatan ekonomi ini memerlukan pihak-pihak yang melakukan aktivitas ini. Mereka disebut pelaku ekonomi.

Siapakah Pelaku Ekonomi?

Dalam melakukan kegiatan ekonomi, peran keempat pelaku ekonomi di bawah ini akan berkesinambungan satu sama lain sesuai dengan ragam transaksi yang difokuskan dan dilakukan.

Rumah Tangga Keluarga

Rumah tangga keluarga adalah rumah tangga pada umumnya. Memiliki dua peran dalam kegiatan ekonomi. Pertama adalah berperan sebagai konsumen. Ketika berperan sebagai konsumen, rumah tangga keluarga akan membeli barang-barang dan jasa-jasa hasil produksi dari perusahaan atau rumah tangga produsen. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Peran lain rumah tangga keluarga adalah dapat berperan sebagai penyedia jasa faktor produksi. Faktor produksi yang dimaksudkan disini berupa tenaga kerja, tanah, atau modal yang dimiliki. Dengan memiliki faktor-faktor produksi tersebut, maka rumah tangga keluarga dapat memperoleh penghasilan untuk membeli barang dan jasa lain yang digunakan sebagai pemuas kebutuhan.

Rumah Tangga Produsen

Sering disebut juga sebagai perusahaan. Ini merupakan merupakan kesatuan yuridis dan ekonomis ditilik dari faktor-faktor produksi yang telah ada. Memiliki tujuan untuk mencari laba atau menciptakan pelayanan kepada masyarakat. Perusahaan dapat dibedakan menjadi dua jika dilihat dari kepemilikannya. Yaitu perusahaan milik Negara dan perusahaan milik swasta. Perusahaan milik Negara pada umumnya akan lebih menekannkan layanan sosial kepada masyarakat tanpa memiliki tujuan untuk mencari laba. Sedangkan perusahaan swasta hampir sebagian besar bertujuan mencari laba.

Pemerintah

Pada pasal 33 ayat 2 dan 3 UUD 1945 menyebutkan bahwa pemerintah juga harus bertindak sebagai pelaku ekonomi. Atas dasar itu juga pemerintah kemudian membentuk berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Disamping itu, pemeritah juga telah melakukan kegiatan konsumsi. Kegiatan konsumsi itu dapat dilihat ketika misalnya pada kegiatan belanja barang untuk penyelenggaraan negara. Atau kebutuhan dan biaya yang diperlukan untuk perawatan harta negara.

Disamping itu, pemerintah juga tetap ikut dalam kegiatan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tugas ini dapat diwujudkan dengan dilakukannya berbagai tindakan. Diantaranya adalah denan membangun sarana dan prasarana umum seperti jalan raya, jembatan, dan terminal serta fasilitas umum lainnya. Pemerintah juga tetap berusaha menciptakan kondisi yang baik dan stabil untuk tetap menjaga stabilitas harga-harga dan membuat peraturan yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat.

Peran pemerintah lainnya yang juga tak kalah pentingnya adalah untuk melakukan distribusi pendapatan. Ini dilakukan agar tidak timbul jarak (gap) yang terlalu jauh di antara si kaya dan si miskin. Distribusi pendapatan dapat dilihat penerapannya pada sistem perpajakan yang dapat membantu kehidupan masyarakat yang tergolong miskin.

Masyarakat Luar Negeri

Sering terlupa, rupanya masyarakat luar negeri juga ikut dalam perannya sebagai pelaku ekonomi yang harus diperhitungkan keberadaannya. Tanpa adanya hubungan dengan masyarakat luar negeri dengan negeri kita, keadaan ekonomi sebuah negara akan semakin buruk.